Aktor sekaligus produser film, Baim Wong ternyata sempat berkunjung di kawasan tebing Apparalang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), sehari sebelum tragedi wisatawan, Elmi Febrianti (19) tewas tenggelam di lokasi. Baim Wong sebagai sutradara, berencana syuting film di destinasi wisata tersebut.
"Memang benar, sebelum kejadian tragis di Bulukumba, sehari sebelumnya saya ada di sana," kata Baim Wong lewat akun instagram resminya dikutip detikSulsel, Rabu (10/6/2026).
Baim Wong dan tim produksi sempat melakukan survei lokasi pembuatan film di kawasan Apparalang Bulukumba pada Sabtu (6/6). Dia mengaku sudah mempersiapkan adegan syuting film di lokasi meski belakangan batal karena kondisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seharusnya direncanakan hari itu ada stunt yang mau melakukan terjun dari tebing Apparalang yang tingginya setau saya 20 meter, tapi karena keadaan, mereka ga berani, dan kita mengutamakan keselamatan walaupun sudah datang ke Bulukumba," jelasnya.
Baim Wong pun menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya wisatawan di lokasi. Dia berharap agar amal ibadah almarhumah diterima di sisi Tuhan.
"Saya pribadi mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga dari Elmi Febrianti. Semoga segala dosa-dosanya dihapuskan dan semua amal ibadahnya diterima di sisi Allah," papar Baim Wong.
Sebagai informasi, Baim Wong awalnya tiba untuk syuting film di Bulukumba pada Jumat (5/6). Film tersebut nantinya akan dibintangi sejumlah artis papan atas Indonesia, di antaranya Prilly Latuconsina dan Amanda Manopo.
Dia sempat disambut Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf alias Andi Utta di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Bulukumba. Andi Utta pun mengapresiasi kedatangan Baim Wong yang dinilai sebagai bentuk dari promosi wisata di Bulukumba.
"Kami tentu menyambut baik dan mengapresiasi kunjungan Baim Wong dan tim. Film bisa menjadi media promosi untuk memperkenalkan potensi wisata daerah kepada masyarakat Indonesia bahkan mancanegara," kata Andi Utta dalam keterangannya.
Diketahui, Elmi Febrianti tenggelam di kawasan wisata Apparalang, Desa Lembanna, Kecamatan Bonto Bahari, Minggu (7/6) sekitar pukul 14.30 Wita. Korban hanyut setelah terjatuh dihempas ombak saat hendak berfoto di kawasan tebing.
Polisi Tutup Kawasan Apparalang Bulukumba
Polres Bulukumba turun tangan dalam penyelidikan ini setelah menerima laporan dari keluarga korban pasca-insiden. Penyelidikan dimulai untuk mengetahui secara objektif terkait kronologi kejadian hingga mengusut dugaan kelalaian di balik tewasnya korban.
Korban sempat terombang-ambing di lautan tanpa pertolongan sebagaimana rekaman video yang viral di media sosial. Tidak berselang lama, korban hanyut hingga belakangan ditemukan tewas.
"Penyelidikan ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat unsur pidana atau kelalaian dalam peristiwa tersebut. Kami akan bekerja secara profesional, transparan, dan berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan," kata Kasat Reskrim Polres Bulukumba AKP Andi Imran Hamid saat dimintai konfirmasi, Selasa (10/6).
Sementara itu, Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto mengatakan kawasan wisata Apparalang telah ditutup dengan pemasangan garis polisi di lokasi. Pihaknya menekankan langkah tersebut untuk mencegah insiden serupa.
"(Ditutup untuk) Mencegah kejadian berulang. Dan untuk kepentingan penyelidikan," ujar AKBP Restu.
(sar/asm)










































