Gubernur Sulteng Himpun Dana CSR Tambang Rp 355 M untuk Pembangunan Jalan

Sulawesi Tengah

Gubernur Sulteng Himpun Dana CSR Tambang Rp 355 M untuk Pembangunan Jalan

Tim BeritaKlik - detikSulsel
Kamis, 11 Jun 2026 09:45 WIB
Gubernur Sulteng Anwar Hafid menghimpun dana CSR tambang Rp 355 miliar untuk pembangunan jalan.
Foto: Gubernur Sulteng Anwar Hafid menghimpun dana CSR tambang Rp 355 miliar untuk pembangunan jalan. (dok. Istimewa)
Palu -

Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid menghimpun dana Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp 355 miliar untuk mendukung pembangunan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah. Terobosan di tengah tantangan efisiensi anggaran tersebut dihasilkan melalui kolaborasi bersama 16 perusahaan tambang di Sulteng.

Anwar Hafid menegaskan, dana tersebut akan dialokasikan sepenuhnya untuk pembangunan dan peningkatan ruas-ruas jalan yang menjadi kebutuhan masyarakat. Langkah ini menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mempercepat pembangunan tanpa membebani keuangan daerah.

"Di tengah keterbatasan fiskal, kita harus mampu menghadirkan inovasi. Alhamdulillah, perusahaan-perusahaan tambang memiliki semangat yang sama untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah. Ini bukan untuk pemerintah, tetapi untuk masyarakat Sulawesi Tengah," kata Anwar Hafid dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Total anggaran Rp 355 miliar itu dialokasikan dalam dua proyek pengerjaan jalan. Rinciannya, 15 perusahaan mengerjakan ruas jalan Towi-Kolonodale sepanjang 13 kilometer dan 1 perusahaan menanggung pembangunan ruas jalan Buleleng-Matarape.

ADVERTISEMENT

Anwar menegaskan, pembangunan daerah tidak boleh terhenti hanya karena adanya tantangan fiskal. Dia menilai pemerintah harus mampu menghadirkan solusi dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar program pembangunan tetap berjalan.

"Bagi kami, ini adalah inovasi di tengah efisiensi. Sulawesi Tengah menyambut baik kesepakatan ini karena tujuannya sama, memberi manfaat kepada rakyat," ucap Anwar Hafid.

Kesepakatan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi dapat menjadi solusi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Pemprov Sulteng berharap model kerja sama ini memperkuat peran dunia usaha dalam mendukung pembangunan daerah.




(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads