Mensos Warning Penerimaan Siswa Sekolah Rakyat di Manado Tanpa Pungli-Sogok

Mensos Warning Penerimaan Siswa Sekolah Rakyat di Manado Tanpa Pungli-Sogok

Fistel Mukuan - detikSulsel
Kamis, 11 Jun 2026 17:30 WIB
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf saat berkunjung ke Sekolah Rakyat Manado.
Foto: Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf saat berkunjung ke Sekolah Rakyat Manado. (Fistel/BeritaKlik)
Manado -

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul memperingatkan agar tidak ada praktik pungutan liar (pungli) hingga sogokan dalam penerimaan siswa Sekolah Rakyat di Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Gus Ipul menegaskan Sekolah Rakyat bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Hal itu ditegaskan Gus Ipul saat kunjungan kerja (kunker) dan berdialog dengan calon siswa dan calon orang tua siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 21 di Sentra Tumou Tou Manado, Kamis (11/6/2026). Gus Ipul menegaskan program ini ditujukan bagi keluarga kurang mampu.

"Jangan ada yang memberikan uang, sogok atau titipan, suap-menyuap tidak boleh ada KKN," tegas Gus Ipul di hadapan peserta dialog.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gus Ipul menjelaskan SRMP di Manado telah berjalan sejak Juli 2025. Saat ini SRMP Manado memiliki 75 siswa dan akan dibuka penerimaan calon peserta didik baru yang sementara didata.

"Program Sekolah Rakyat merupakan upaya pemerintah memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Dia menegaskan, Sekolah Rakyat membuka kesempatan bagi anak kurang mampu mengenyam pendidikan. Gus Ipul menegaskan anak-anak harus sukses lewat program ini.

"Siapa tahu salah satu siswa Sekolah Rakyat nantinya menjadi Presiden Republik Indonesia," ujar Gus Ipul.

Menurut dia, perkembangan para siswa mulai terlihat setelah mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Mereka dinilai lebih percaya diri bahkan ada siswa yang sudah mengikuti Olimpiade Nasional di bidang sains dan matematika.

"Kita lihat sekarang anak-anak sudah lebih percaya diri, lebih semangat belajar, lebih berani tampil di atas panggung dan lebih bugar," katanya.

"Prestasi ini menjadi bukti bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu, bisa bersaing ketika memperoleh lingkungan belajar yang baik," tambah Gus Ipul.

Gus Ipul melanjutkan, Sekolah Rakyat permanen juga tengah dibangun di Kabupaten Minahasa. Dia berharap program ini juga bisa memutus mata rantai kemiskinan sebagaimana harapan Presiden Prabowo Subianto.

"Harapan Pak Prabowo keluarga-keluarga kurang mampu bisa sekolah dengan baik, untuk memutus mata rantai kemiskinan," tegas Gus Ipul.

Sementara itu salah seorang siswa SRMP Manado, Yeskry Anggelo mengaku kebutuhannya diakomodir selama bersekolah. Kondisi kehidupannya mulai berubah sejak menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.

"Di rumah kami tidur hanya beralaskan karpet di lantai, kalau di sini (SRMP Manado) sangat terjamin dan bagus. Senang sekali sekolah di sini," ucap Yeskry.




(sar/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads