Sampai Kapan Musim Kemarau 2026? Ini Prediksi BMKG dan Waktu Puncaknya

Sampai Kapan Musim Kemarau 2026? Ini Prediksi BMKG dan Waktu Puncaknya

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Kamis, 11 Jun 2026 21:00 WIB
Informasi sampai kapan Musim Kemarau 2026 menurut prediksi BMKG lengkap jadwal puncaknya di Indonesia
Ilustrasi musim Kemarau (Foto: Chamika Jayasri/Unsplash)
Makassar -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) teleh merilis prediksi iklim tahun 2026, termasuk prakiraan musim kemarau di Indonesia. Berdasarkan pemutakhiran tersebut, sejumlah wilayah di Indonesia telah memasuki musim kemarau sejak Mei 2026, sementara wilayah lainnya diperkirakan akan menyusul dalam beberapa bulan mendatang.

BMKG mencatat awal musim kemarau 2026 cenderung datang lebih awal dibandingkan rata-rata klimatologis periode 1991-2020. Sebanyak 308 zona musim atau 39,7 persen luas wilayah Indonesia diprediksi mengalami musim kemarau lebih cepat dari biasanya.

"Sebanyak 308 zona musim atau 39,7 persen luas wilayah Indonesia diprediksi mengalami awal kemarau yang lebih maju dari biasanya. Adapun 165 zona musim (17,03 persen) diperkirakan berlangsung normal, sedangkan 113 zona musim (9,52 persen) diprediksi mengalami kemunduran awal musim kemarau," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan dikutip dari laman Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kamis (11/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, sampai kapan musim kemarau 2026?

Nah, untuk mengetahui informasi lengkapnya, berikut informasi mengenai prediksi jadwal musim kemarau 2026 di Indonesia oleh BMKG hingga informasi puncak musim kemarau. Yuk, simak!

ADVERTISEMENT

Sampai Kapan Musim Kemarau 2026 di Indonesia?

Musim kemarau 2026 di Indonesia diperkirakan berlangsung hingga awal tahun 2027. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang diprediksi mulai berkembang dan bertahan dalam hingga awal tahun 2027.

"Anomali suhu muka laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur telah melewati batas netral selama lima dasarian. BMKG memprediksi fenomena El Nino akan segera aktif dan terus bertahan hingga awal tahun 2027," ujar Ardhasena.

Berdasarkan hasil pemodelan iklim terkini, peluang El Nino berkembang menjadi kategori moderat mencapai 98 persen, sedangkan peluang meningkat menjadi kategori kuat sebesar 62 persen. Kondisi tersebut diprediksi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung lebih kering dibandingkan kondisi normal di sebagian besar wilayah Indonesia.

Selain itu, BMKG juga memantau potensi terjadinya fenomena IOD positif di Samudra Hindia pada periode Juli hingga November 2026. Kombinasi kedua fenomena tersebut berpotensi memperkuat kondisi kering di sejumlah wilayah Indonesia.

Puncak Musim Kemarau 2026 di Indonesia

Melansir laman resminya, BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia terjadi pada Juli hingga September 2026. Seluruh lapisan masyarakat diimbau untuk memastikan ketersediaan air, kondisi kesehatan, serta kebutuhan multisektor yang terdampak dapat terkendali.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, memaparkan, puncak kemarau pada Juli mencakup 93 Zona Musim (ZOM) atau 12,26 persen luas daratan Indonesia. Sedangkan, puncak kemarau terjadi di 369 ZOM (48,84 persen luas daratan) pada Agustus dan 169 ZOM (25,41 persen luas daratan) pada September.

Ardhasena menambahkan, berdasarkan pemantauan BMKG hingga akhir Mei 2026, sebanyak 200 ZOM (11,83 persen luas daratan) sudah memasuki musim kemarau. Wilayah yang telah mengalami kemarau di antaranya sebagian Sumatra, sebagian Jawa, sebagian besar Nusa Tenggara, Kalimantan Tengah bagian timur, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, dan sebagian Papua.

Lebih lanjut, 198 ZOM (31,60 persen luas daratan) wilayah diprediksi mengalami kemarau pada Juni, meliputi, sebagian besar Sumatra, Kalimantan Barat, sebagian besar Banten, DKI Jakarta bagian selatan, Jawa Tengah bagian tengah dan barat, sebagian kecil Jawa Timur, Kalimantan Barat bagian selatan, sebagian besar Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan bagian tengah, sebagian besar Kalimantan Timur, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat, dan Papua bagian timur.

Sementara itu, 66 ZOM yang mencakup 7,28 persen wilayah Indonesia akan memasuki kemarau mulai Juli, di antaranya, Jambi bagian barat, sebagian Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan bagian timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku Utara, dan sebagian Maluku.

Jadwal Puncak Musim Kemarau 2026 di Berbagai Wilayah Indonesia

Wilayah yang masuk puncak musim kemarau pada Juli, Agustus, dan September berdasarkan pemaparan kepala BMKG.

1. Juli

  • Sumatera
  • Sebagian kecil Kalimantan
  • Sebagian kecil Jawa
  • NTT bagian selatan
  • Sulawesi Barat bagian utara
  • Sulawesi Tengah bagian barat
  • Sebagian kecil Maluku
  • Papua Barat Daya bagian selatan
  • Papua Barat bagian tengah
  • Papua bagian timur

2. Agustus

  • Sumatera bagian tengah
  • Sebagian besar Jawa
  • Bali
  • NTB
  • Sebagian NTT
  • Sebagian besar Kalimantan
  • Sebagian Sulawesi
  • Sebagian Maluku
  • Maluku Utara
  • Sebagian besar Pulau Papua

3. September

  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Sebagian besar Sumatera Selatan
  • Lampung
  • Sebagian kecil Jawa
  • Sebagian besar NTT
  • Kalimantan bagian selatan
  • Sebagian besar Sulawesi
  • Sebagian besar Maluku Utara
  • Sebagian Maluku
  • Papua Pegunungan bagian tengah.

Demikian informasi jadwal musim kemarau 2026 dan puncak musim kemarau di Indonesia berdasarkan prakiraan BMKG. Semoga bermanfaat ya, detikers!




(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads