Kapan Hari Asyura 2026? Ini Jadwal, Sejarah, hingga Amalannya

Kapan Hari Asyura 2026? Ini Jadwal, Sejarah, hingga Amalannya

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Kamis, 11 Jun 2026 23:00 WIB
Jadwal, sejarah, hingga amalan Hari Asyura
Ilustrasi Hari Asyura (Foto: Getty Images/iStockphoto/Iana Miroshnichenko)
Makassar -

Hari Asyura merupakan salah satu hari yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Hari ini jatuh pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriah.

Hari ini dikenal dengan berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam dan menjadi waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah termasuk puasa Asyura. Lantas, kapan Hari Asyura 2026?

Nah, berikut ulasan lengkap mengenai jadwal, sejarah, dan amalan-amalan Hari Asyura 2026. Yuk, simak!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapan Hari Asyura 2026?

Seperti yang telah disebutkan, Hari Asyura diperingati setiap tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriah. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, 10 Muharram 1448 Hijriah bertepatan dengan Kamis, 25 Juni 2026 dalam kalender Masehi.

Namun, perlu dipahami bahwa dalam penanggalan Islam, pergantian hari dimulai saat Matahari terbenam atau ketika masuk waktu Magrib. Dengan demikian, 10 Muharram 1448 H telah dimulai sejak Rabu, 24 Juni 2026 setelah waktu Magrib dan berlangsung hingga Magrib pada Kamis, 25 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

Sejarah dan Keistimewaan Hari Asyura

Melansir laman Muhammadiyah, Hari Asyura merupakan hari yang memiliki nilai sejarah dan spiritual yang besar. Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura.

Setelah bertanya tentang sebabnya, mereka menjawab bahwa hari itu adalah hari ketika Allah menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir'aun.

Ibnu Abbas meriwayatkan:

فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ، فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

"Maka Nabi SAW bersabda, 'Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.' Lalu beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa." (HR. al-Bukhari)

Peristiwa ini mengajarkan bahwa sejarah para nabi adalah sejarah tauhid yang menjadi warisan seluruh umat beriman. Puasa Asyura bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga meneguhkan keyakinan bahwa pertolongan Allah selalu berpihak kepada orang-orang yang beriman dan berjuang di jalan-Nya.

Amalan-amalan Hari Asyura

Berdasarkan buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Kalender Ibadah Sepanjang Tahun, pada Hari Asyura terdapat berbagai amalan yang dianjurkan, yakni:

  • Puasa di Hari Asyura
  • Mengusap kepala anak yatim,
  • Memuliakan fakir miskin,
  • Memberikan ilmu atau kemanfaatan kepada orang lain, misalnya menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat,
  • Bershadaqah,
  • Melapangkan nafkah dan membelanjakan hadiah untuk anak dan istri,
  • Mandi sunnah,
  • Bercelak,
  • Menjamu orang yang berbuka puasa,
  • Memperbanyak shalat sunnah empat rakaat,
  • Banyak membaca hasbunallah wani'mal wakil ni'mal mawla wa ni'man nashir,
  • Membaca surat al-Ikhlas 1000 kali,
  • Melaksanakan shalat Tasbih, dan
  • Melakukan silaturahim kepada semua orang, sanak keluarga, orang-orang terdekat, tetangga, maupun orang-orang alim (ahli ilmu).

Itulah jadwal, sejarah, hingga amalan pada Hari Asyura. Semoga bermanfaat ya, detikers!




(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads