Renungan Harian Katolik Jumat 12 Juni 2026 Lengkap Bacaan: Yesus Harapanku

Renungan Harian Katolik Jumat 12 Juni 2026 Lengkap Bacaan: Yesus Harapanku

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Jumat, 12 Jun 2026 07:45 WIB
Renungan harian Katolik Jumat, 12 Juni 2026 lengkap bacaan, mazmur tanggapan, bait pengantar Injil.
Ilustrasi renungan harian Katolik (Foto: Gemini AI)
Makassar -

Renungan harian menjadi sarana bagi umat Katolik untuk memperdalam iman melalui Sabda Tuhan yang dibacakan setiap hari. Melalui bacaan Kitab Suci dan refleksi rohani, umat diajak untuk memahami kehendak Allah serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pada Jumat, 12 Juni 2026, Gereja Katolik merayakan Hari Raya Yesus yang Mahakudus. Perayaan ini mengingatkan umat akan kasih Kristus yang tak terbatas, yang diwujudkan melalui pengorbanan-Nya demi keselamatan manusia.

Renungan hari ini mengajak umat beriman untuk semakin mendekat kepada Yesus Kristus yang menjadi sumber kasih, pengharapan, dan keselamatan. Bertepatan dengan peringatan Hari Raya Yesus yang Mahakudus, umat diajak merenungkan besarnya cinta Tuhan yang senantiasa terbuka bagi setiap orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, berikut renungan harian Katolik lengkap bacaan liturgi, teks Mazmur Tanggapan, hingga bait pengantar Injil untuk merayakan Hari Raya Yesus yang Mahakudua. Yuk, simak selengkapnya!

Renungan Harian Katolik Hari Ini 12 Juni 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

ADVERTISEMENT

Bacaan I: Ul 7:6-11

Sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu; engkaulah yang dipilih oleh TUHAN, Allahmu, dari segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat kesayangan-Nya.

Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu?bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? ?

tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir.

Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan,

tetapi terhadap diri setiap orang dari mereka yang membenci Dia, Ia melakukan pembalasan dengan membinasakan orang itu. Ia tidak bertangguh terhadap orang yang membenci Dia. Ia langsung mengadakan pembalasan terhadap orang itu.

Jadi berpeganglah pada perintah, yakni ketetapan dan peraturan yang kusampaikan kepadamu pada hari ini untuk dilakukan."

Mazmur Tanggapan: Mzm. 103:1-2,3-4,6-7,8,10

Mazmur Tanggapan Hari Raya Yesus yang MahakudusMazmur Tanggapan Hari Raya Yesus yang Mahakudus Foto: Dok. Lagu Misa
  1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah Tuhan, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya!
  2. Dialah yang mengampuni segala kesalahanmu, dan menyembuhkan segala penyakitmu! Dialah yang menebus hidupmu dari liang kubur, dan memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat.
  3. Tuhan menjalankan keadilan dan hukum bagi semua orang yang diperas. Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, dan memaklumkan perbuatan-perbuatan-Nya kepada orang Israel.
  4. Tuhan adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak pernah Ia memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita, atau membalas kita setimpal dengan kesalahan kita.

Bacaan II: 1Yoh. 4:7-16

Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.

Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.

Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.

Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya.

Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah.

Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

Bait Pengantar Injil:

Bait Pengantar Injil Hari Raya Yesus yang MahakudusBait Pengantar Injil Hari Raya Yesus yang Mahakudus Foto: Dok. Lagu Misa

Ayat (oleh solis): Pikullah kuk yang Kupasang, sabda Tuhan, dan belajarlah pada-Ku, karena aku lemah lembut dan rendah hati.

Bacaan Injil: Mat. 11:25-30

Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.

Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

Renungan Hari Ini: Yesus Harapanku

"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." (Mat. 11:28)

Beberapa waktu lalu, keluarga kami mengalami persoalan sulit. Berbagai upaya telah kami lakukan, namun semuanya menemui jalan buntu.

Doa kami pun belum mendapatkan jawaban. Alhasil, masalah semakin meruncing dan butuh solusi segera.

Di tengah keputusasaan dan kesedihan mendalam, kami berlutut di kaki Yesus dan menyampaikan permasalahan kami dengan deraian air mata. Lambat laun, kami hanya memandang salib Yesus.

Tiada kata yang terucap, hanya pandangan ke arah wajah-Nya. Saat itu, tidak ada jawaban yang kami terima, namun ada kedamaian; karena kami percaya bahwa Ia mendengar doa kami.

Kemudian terbukti bahwa Tuhan Yesus mendengar teriak kami minta tolong. Saya tidak pandai berbicara, terutama jika sudah melibatkan emosi.

Namun, saat berhadapan dengan pihak yang menjadi sumber permasalahan, Ia menaruh kata-kata dalam mulut saya, yang disampaikan dengan tenang dan tidak dapat dibantah oleh mereka. Tuhan Yesus juga melembutkan hati mereka, sehingga berubah sikap dan akhirnya bertindak sesuai dengan sabda dan petunjuk hikmat-Nya.

Pada waktu Tuhan Yesus berkarya, bangsa Israel mengalami begitu banyak masalah dan tekanan berat akibat penjajahan bangsa Romawi. Tuhan Yesus memahami pergumulan berat serta kondisi yang mereka alami akibat segala tekanan.

Ia mengundang mereka untuk berhenti sejenak dari semua permasalahan yang dihadapi, lalu datang kepada-Nya dan Ia akan memberi kelegaan kepada mereka. Dalam masa sekarang, kita pun sering berhadapan dengan berbagai permasalahan hidup.

Tuhan Yesus mengundang kita untuk datang ke hadirat-Nya, berdoa dengan sepenuh hati dan menjalin hubungan personal yang akrab dengan-Nya. Memang persoalan mungkin masih tetap ada, tetapi dengan memiliki hubungan akrab dengan-Nya; Ia akan memberi kita kelegaan serta hati yang penuh damai dan sukacita dalam menghadapi masalah.

Ia juga akan berjalan bersama kita. Ia akan membantu, mendampingi, dan menguatkan kita dalam memikul beban persoalan yang kita hadapi. Kita tidak akan berjalan sendirian lagi karena Ia selalu berada di samping kita.

Pilihan ada di tangan kita: apakah kita mau membiarkan Tuhan turut menanggung beban kita?

Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh Cecilia Yanti

Doa Penutup

Ya Bapa, terima kasih atas kepedulian-Mu yang begitu besar kepada kami. Ingatkanlah kami senantiasa untuk tidak mengandalkan kekuatan kami sendiri dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Dampingilah dan berjalanlah bersama kami selalu dalam perjalanan hidup kami di dunia ini. Demi Kristus, Tuhan dan sahabat kami. Amin.

Demikian renungan harian Katolik Jumat, 12 Juni 2026 lengkap bacaan dan teks Mazmur Tanggapan. Marilah kita mewartakan kasih Tuhan!




(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads