Mahasiswi UHO Kendari Lompat dari Gedung Fakultas MIPA, Korban Dibawa ke RS

Mahasiswi UHO Kendari Lompat dari Gedung Fakultas MIPA, Korban Dibawa ke RS

Nadhir Attamimi - detikSulsel
Jumat, 12 Jun 2026 19:54 WIB
Heboh mahasiswi UHO Kendari lompat dari gedung Fakultas MIPA.
Heboh mahasiswi UHO Kendari lompat dari gedung Fakultas MIPA. Foto: (dok. istimewa)
Kendari -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang mahasiswi berinisial MAP (19) di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) nekat melompat dari gedung Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA). Korban mengalami sejumlah luka hingga dilarikan ke rumah sakit (RS).

"Korban mengalami patah tulang pada pergelangan tangan kanan dan pergelangan kaki kanan, dan saat ini menjalani perawatan medis secara intensif di RS Abunawas," kata Kasatreskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto Malau dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Welli mengatakan korban melompat dari lantai 2 gedung Fakultas MIPA pada Rabu (10/6) malam. Dia mengemukakan, peristiwa tersebut diduga dipicu konflik yang dialami korban dengan salah seorang teman kuliahnya berinisial K.

"Korban diduga terlibat perselisihan dengan teman kuliahnya berinisial K dan beberapa sudah kali dimediasi oleh pihak kampus. Karena ada kesalahan dalam tugas tersebut, K memarahi korban dan meminta kembali kotak berisi peralatan kimia miliknya," ujar dia.

ADVERTISEMENT

Welli menjelaskan persoalan bermula saat K mempertanyakan hasil tugas kuliah yang dikerjakan korban. Dalam perselisihan tersebut, korban mengaku mendapat perlakuan yang membuatnya merasa tertekan.

"Saat mengambil alat tersebut, K juga memukul korban mengenai bagian mata," ujarnya.

Informasi mengenai pertikaian itu kemudian diketahui oleh sejumlah senior di Fakultas MIPA UHO. Para senior sempat melakukan dua kali mediasi, namun upaya tersebut tidak menghasilkan kesepakatan.

"Persoalan itu kemudian diserahkan kepada pihak jurusan untuk ditangani lebih lanjut," ungkapnya.

Puncak persoalan terjadi pada Rabu (10/6) sore ketika pihak jurusan kembali mempertemukan korban dan K dalam mediasi lanjutan. Namun pertemuan itu kembali menemui jalan buntu karena korban merasa dirinya tidak bersalah tetapi tetap diminta menyampaikan permintaan maaf kepada K.

"Korban merasa tidak bersalah, namun tetap diminta meminta maaf kepada K," jelasnya.

Beberapa jam setelah mediasi berakhir, korban kembali ke lingkungan kampus. Tak lama kemudian, korban diduga melompat dari lantai dua gedung fakultas hingga belakangan dua rekan korban datang menolong.

"Meski dalam kondisi cedera, korban masih sempat menghubungi dua rekannya untuk meminta pertolongan," katanya.




(asm/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads