Mandi Malam 1 Suro: Sunnah atau Tradisi?

Mandi Malam 1 Suro: Sunnah atau Tradisi?

Urwatul Wutsqaa - detikSulsel
Senin, 15 Jun 2026 18:14 WIB
mandi wajib ramadhan
Ilustrasi mandi malam 1 Suro (Foto: Getty Images/iStockphoto/Ekaterina79)
Makassar -

Malam 1 Suro adalah malam pergantian tahun kalender Jawa. Momen ini bertepatan dengan malam 1 Muharram dalam kalender Islam.

Pada malam 1 Suro ini, terdapat sejumlah sunnah maupun tradisi yang kerap dilakukan masyarakat di Pulau Jawa maupun masyarakat Islam secara umum. Salah satunya adalah mandi malam 1 Suro atau mandi malam 1 Muharram.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, bagaimana ketentuan pelaksanaan mandi 1 Suro maupun mandi 1 Muharram? Apakah mandi tersebut merupakan sunnah atau tradisi?

Simak berikut ini penjelasan lengkapnya!

ADVERTISEMENT

Mandi Malam 1 Suro

Mengutip jurnal Universitas Islam Negeri Ar-Raniry berjudul 'Ritual Menyambut Bulan Suro pada Masyarakat Jawa', mandi malam 1 Suro merupakan sebuah tradisi yang masih banyak dilakukan masyarakat Jawa pada momen pergantian tahun kalender Jawa/Islam.

Dalam pelaksanaannya, tradisi ini dilakukan dengan menggunakan air serta dicampur kembang setaman. Mandi besar malam 1 Suro ini merupakan bentuk sembah raga (sariat) yang bertujuan mensucikan hati, pikiran, serta panca indera dari hal-hal yang negatif.

Kembang setaman yang digunakan dalam tradisi ini merupakan campuran beberapa jenis bunga yang umum digunakan dalam tradisi Jawa, seperti bunga kantil, mawar merah, mawar putih, dan melati. Ketika dilakukan siraman, diharuskan sambil berdoa memohon keselamatan kepada Tuhan agar terhindar dari segala bencana, musibah, dan kecelakaan.

Siraman dilakukan dengan cara mengguyur badan dari ujung kepala sampai ujung kaki sebanyak tujuh kali menggunakan gayung. Dalam Bahasa Jawa, tujuh disebut pitu yang merupakan simbol doa agar tuhan memberi pitulungan atau pertolongan.

Selain itu, siraman juga bisa dilakukan sebanyak sebelas atau tujuh belas. Angka sebelas atau sewelas dimaknai sebagai doa agar memperoleh kawelasan atau belas kasih Tuhan. Sementara itu tujuh belas kali siraman menjadi gabungan simbol pitulungan dan kawelasan, melambangkan harapan akan pertolongan sekaligus kasih sayang Tuhan dalam menjalani kehidupan.

Siraman ini dianjurkan dilakukan di luar rumah. Hal ini memiliki makna simbolis menyatukan jiwa raga ke dalam gelombang harmonisasi alam semesta.

Cara Mandi Malam 1 Suro

Untuk lebih jelasnya, berikut ini panduan mandi malam 1 Suro:

  1. Menggunakan air yang dicampurkan dengan kembang setaman (campuran bunga kantil, mawar merah, mawar putih, dan melati).
  2. Siraman dilakukan dengan cara mengguyur badan dari ujung kepala sampai ujung kaki.
  3. Siraman dapat dilakukan sebanyak 7 kali, 11 kali, atau 17 kali.
  4. Ketika dilakukan siraman, diharuskan sambil berdoa memohon keselamatan kepada Tuhan.
  5. Siraman sebaiknya dilakukan di luar rumah atau area terbuka.

Mandi Taubat Malam 1 Muharram

Selain mandi malam 1 Suro, terdapat pula mandi sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam untuk dilakukan pada malam 1 Muharram. Meskipun tidak ada dalil yang secara spesifik menjelaskan anjuran tersebut, momen pergantian tahun ini menjadi kesempatan untuk muhasabah diri dan bertaubat.

Mengutip detikHikmah, rangkaian taubat ini dimulai dengan mandi taubat sebelum dilaksanakan sholat taubat. Perintah bertaubat sendiri dicontohkan dalam beberapa Riwayat.

Rasulullah SAW telah bersabda,

"Setiap individu dari keturunan Adam pasti pernah melakukan kesalahan, dan orang yang terbaik adalah yang melakukan kesalahan namun kembali berbuat baik melalui taubat." (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Disadur dari laman Mahdlatul Ulama, hukum melaksanakan mandi taubat adalah sunnah. Meskipun tidak ada dalil anjuran mandi taubat malam 1 Muharram secara eksplisit, pelaksanaanya sudah menjadi tradisi bagi Sebagian masyarakat muslim Indonesia.

Cara Mandi Tubat Malam 1 Muharram

Berikut ini tata cara mandi taubat 1 Muharram selengkapnya yang dikutip dari detikHikmah:

1. Memulai dengan membaca niat untuk menjalani mandi taubat.
Sebelum melakukan mandi taubat, disarankan untuk menyatakan niat untuk menjalankan mandi taubat. Niat ini dapat diungkapkan dalam hati atau diucapkan secara lisan.

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِلتَّوْبَتِ عَنْ جَمِعِ الذُّنُوْبِ

Arab latin: "Nawaitul ghusla littaubati 'an jami'idzunuub."

Artinya: "Aku berniat mandi taubat dari segala dosa dhahir dan batin."

2. Basuh telapak tangan hingga sela-sela jari. Ulangi proses ini tiga kali.
3. Membersihkan area pribadi dengan menggunakan air dan tangan kiri hingga bersih.
4. Basuh seluruh tubuh dengan air dan gunakan sabun untuk membersihkan, lalu bilas hingga bersih. Saat menyiramkan air ke sekujur tubuh, bacalah doa berikut:

"Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi dan Engkau adalah sebaik-baik yang memberi tempat."

Selanjutnya, berdoalah dalam hati sebagaimana berikut:

"Ya Allah, aku berniat untuk taubat kepada-Mu dari segala dosa yang pernah aku lakukan. Terimalah taubatku ini, ya Allah. Sungguh, Engkau adalah sebaik-baik Dzat yang menerima taubat."

5. Lakukan wudhu seperti yang biasa dilakukan sebelum sholat.
6. Bersihkan rambut dengan air dan jari tangan, khususnya di area sela-sela rambut.
7. Tuangkan air ke kepala tiga kali.
8. Siramkan air ke seluruh tubuh, dimulai dari bagian kanan dan dilanjutkan ke kiri.
9. Basuh dan bersihkan kaki hingga mencapai sela-sela kaki.

Nah, demikianlah penjelasan mandi malam 1 Suro dan mandi malam 1 Muharram selengkapnya. Semoga bermanfaat!




(urw/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads