Gempa Bumi M 6,7 Palu Potensi Picu Likuifaksi, Ini Daerah Berisiko

Sulawesi Tengah

Gempa Bumi M 6,7 Palu Potensi Picu Likuifaksi, Ini Daerah Berisiko

Rangga Musabar - detikSulsel
Selasa, 16 Jun 2026 14:58 WIB
Kepala BMKG Wijayanto (paling kiri) saat konferensi pers terkait gempa M 6,7 di Palu.
Foto: Kepala BMKG Wijayanto (paling kiri) saat konferensi pers terkait gempa M 6,7 di Palu. (dok. BMKG)
Palu -

BMKG mengungkap gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), berpotensi menimbulkan likuifaksi. BMKG menyebut likuifaksi berpotensi terjadi di daerah atau wilayah berpasir.

"Terkait risiko likuifaksi, jadi kita tahu bersama bahwa pada tahun 2018 itu ada gempa yang sangat dahsyat di Palu dengan magnitudo 7,5. Itukan ada beberapa wilayah berpotensi likuifaksi," ungkap Kepala BMKG Wijayanto saat konferensi pers dalam siaran YouTube BMKG, Selasa (16/6/2026).

Kendati begitu, potensi likuifaksi tidak terjadi di semua wilayah. Wijayanto mengatakan likuifaksi kemungkinan hanya terjadi di wilayah dengan kondisi tertentu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi kan likuifaksi tidak terjadi di semua wilayah, hanya wilayah-wilayah tertentu di mana wilayah itu yang daerah yang berpasir, terus ada potensi air naik dan seterusnya utamanya di situ," jelasnya.

"Tentunya kita berharap untuk gempa yang M 6,7 ini misalkan yang terjadi likuifaksi juga, harapannya tidak signifikan seperti yang M 7,5. Karena memang antara M 6,7 sama 7,5 sangat jauh sekali energinya," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Wijayanto berharap potensi likuifaksi itu tidak terjadi dan hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi gempa bumi yang menimbulkan likuifaksi. Dia juga memastikan gempa tidak memicu terjadinya longsor.

"Sampai saat ini kita juga belum menerima informasi longsor. Baru tadi kita tampilkan beberapa wilayah yang ada kerusakan ringan," imbuh Wijayanto.

Diketahui, gempa M 6,7 Palu terjadi pada 10.27 WIB atau 11.27 Wita, siang tadi. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,03° LS ; 120,24° BT, atau tepatnya berlokasi di darat 42 km tenggara Palu pada kedalaman 10 km.

BMKG memastikan gempa itu tidak berpotensi tsunami. Namun sejumlah bangunan di Palu termasuk di Kabupaten Sigi hingga Parigi Moutong dilaporkan mengalami kerusakan.

Gempa Akibat Aktivitas Sesar Sausu

Wijayanto mengungkap gempa M 6,7 di Kota Palu akibat aktivitas Sesar Sausu. Dia memastikan peristiwa tersebut bukan karena Sesar Palu Koro yang memicu gempa M 7,5 pada 2018 silam.

"Jadi gempa ini akibat aktivitas sesar aktif sausu di Sulawesi Tengah. Jadi ini bukan segmen Palukoro seperti gempa di 2018," kata Wijayanto.

Wijayanto menjelaskan Kota Palu memiliki cukup banyak sumber gempa atau sesar-sesar aktif. Selain Sausu dan Palu Koro, ada pula Sesar Ampana.

"Sesar-sesar aktif ini biasanya tidak memicu aktivitas sesar di sekitarnya. Jadi misalkan nanti memicu sesar di sekitarnya bukan berarti nanti akan memicu gempa yang lebih besar, tentunya nanti hanya memicu gempa-gempa kecil saja," jelasnya.




(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads