Longsor Akibat Gempa M 6,7 Palu Tutup Sumber Air Bersih Warga di Sigi

Sulawesi Tengah

Longsor Akibat Gempa M 6,7 Palu Tutup Sumber Air Bersih Warga di Sigi

Rangga Musabar - detikSulsel
Rabu, 17 Jun 2026 14:07 WIB
Gubernur Sulteng Anwar Hafid meninjau lokasi terdampak gempa di Sigi.
Foto: Gubernur Sulteng Anwar Hafid meninjau lokasi terdampak gempa di Sigi. (dok. Istimewa)
Sigi -

Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid meninjau warga korban gempa yang masih bertahan di luar rumah di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng). Warga mengeluhkan kekurangan air bersih setelah sumber airnya tertutup material longsor akibat gempa berkekuatan magnitudo (M) 6,7 di Kota Palu.

Hal itu terungkap usai Anwar Hafid mengunjungi lima desa terdampak gempa di Kecamatan Nokilalaki, Sigi, Rabu (17/6/2026). Kelima desa tersebut yakni Desa Bulili, Desa Sopu, Desa Kadidia, Kamarora A, dan Kamarora B.

"Kami baru saja rapat dengan seluruh kepala desa. Masyarakat menyampaikan kebutuhan utama mereka adalah tenda karena masih takut tinggal di dalam rumah," ucap Anwar kepada wartawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anwar mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak warga terdampak gempa, yakni terpal atau tenda darurat, obat-obatan, selimut, serta kebutuhan bagi anak-anak. Kebutuhan air bersih menjadi prioritas karena sejumlah sumber air warga tertutup material longsor pascagempa.

"Selain itu, mereka membutuhkan air minum bersih karena sumber air tertutup longsor, serta obat-obatan dan selimut untuk anak-anak," tambah Anwar.

ADVERTISEMENT

Anwar memastikan kebutuhan warga akan segera diakomodir. Dia menyebut ada sekitar 550 kepala keluarga terdampak gempa di Sigi dan masih takut kembali ke dalam rumah.

"Mereka tidak mengungsi bersama-sama, tetapi berada di sekitar rumah masing-masing karena ingin menjaga rumah dan barang-barang mereka," ujarnya.

Pemprov Sulteng telah menyalurkan sekitar 650 paket sembako kepada warga terdampak sebagai bantuan awal pascabencana. Untuk kebutuhan air bersih, Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Sulteng akan menyuplai air bersih setiap hari hingga kondisi sumber air warga kembali normal.

"Insyaallah sore ini seluruh kebutuhan darurat akan kami siapkan. Tahap awal yang paling penting adalah menyelamatkan masyarakat dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi," tegas Anwar.

Pemerintah juga masih melakukan asesmen terhadap rumah yang rusak akibat gempa. Hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

"Saya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan situasi saat beraktivitas. Namun tidak perlu panik karena berdasarkan informasi BMKG, gempa susulan semakin melemah dan mudah-mudahan segera berakhir," imbuhnya.

Gempa Picu Longsor di Sigi-Poso

Diketahui, gempa yang memicu longsor terjadi di Sigi dan Poso pada Selasa (16/6). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih melakukan dampak longsor akibat gempa tersebut.

"Kemarin kami mendapat laporan akibat gempa utama itu terjadi longsor di daerah kabupaten Sigi dan Poso," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari saat konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB, Rabu (17/6).

Abdul Muhari melanjutkan, pihaknya masih melakukan verifikasi terkait longsor itu. Dia menyebut lokasi longsor berada jauh dari permukiman warga.

"Ini memang konsekuensi dari kejadian gempa darat, guncangannya cukup kuat sehingga daerah lereng tebing dengan kemiringan di atas 30 derajat berpotensi longsor," jelasnya.




(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads