Warga di Kecamatan Bittuang, Kabupaten Tana Toraja (Tator), Sulawesi Selatan (Sulsel), memperbaiki jalan yang mengalami kerusakan secara swadaya. Jalan itu disebut dibiarkan 18 tahun rusak tanpa diperbaiki secara tuntas oleh Pemkab Tator.
Kerusakan jalan itu terletak di Dusun Tatuyo, Lembang Bau. Warga sukarela menyumbang material lalu menimbun lubang di badan jalan sepanjang 5 kilometer itu sejak Senin (15/6).
"Kami swadaya karena 18 tahun tidak diperhatikan pemerintah. Itu jalan kabupaten yang menghubungkan Balepe' dan Rembo-rembo," ujar Kepala Dusun Tatuyo, Thitus Taruk kepada detikSulsel, Selasa (16/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Thitus menjelaskan, jalan tersebut terakhir kali tersentuh bantuan pemerintah pada 2005 dan hanya sekitar 250 meter. Setelah itu jalanan sempat diperbaiki meski perbaikannya disebut hanya setengah hati.
"Dari dua kepala desa yang menjabat, cuma ada pembukaan dan pelebaran. Wilayah dusun saya bahkan tidak cukup 1 kilometer yang diperbaiki kalau dihitung semua volumenya," ujarnya.
Thitus mengatakan, jalan tersebut merupakan akses utama warga dua desa yakni Lembang Balepe' dan Rembo-rembo menuju kota Makale, ibu kota Kabupaten Tana Toraja. Selain itu, merupakan akses terdekat siswa-siswi ke sekolah dan kantor pemerintahan.
"Saya sebagai kepala kampung mengambil tindakan karena mobil setengah mati lewat dan kami pengendara motor takut jatuh ke jurang. Dan kalau tunggu perhatian pemerintah, tidak tahu sampai kapan," ujarnya.
"Anak SD 11 Bittuang termasuk tenaga pendidik dari Bau 3 orang termasuk kepsek dan anak SMP Bau, melalui jalan ini. Karena itu kami bersama-sama masyarakat turun memperbaiki. Kami curiga karena kelalaian aparat desa jadi belum pencairan karena kata pak lembang sebelumnya mau pengerasan tapi tidak ada sampai sekarang," jelasnya.
Sementara itu, Camat Bittuang, Abigael Misalayuk mengakui jalan tersebut jalan kabupaten dan tidak ada anggaran untuk perbaikan pada 2026. Dia mengapresiasi kepedulian masyarakat sukarela memperbaiki jalan tersebut. Tindakan ini kata dia, salah satu aksi nyata masyarakat untuk memajukan daerah.
"Yang dikerjakan tadi itu memang swadaya masyarakat, keikhlasan masyarakat. Harusnya ini Jumat bersih dilaksanakan, tetapi dilaksanakan lagi di hari Senin," ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas PUTR Tana Toraja, Yulianti Sara Mapaliey mengapresiasi inisiatif warga memperbaiki jalan melalui swadaya. Dia mengaku pihaknya memiliki anggaran terbatas untuk melakukan perbaikan.
"Kami ada anggaran untuk pemeliharaan jalan tetapi sangat kecil untuk menjangkau dan memelihara jalan yang rusak. Semoga suatu waktu anggaran ini dapat ditingkatkan sehingga bisa proporsional untuk memelihara infrastruktur jalan kita," imbuh Yulianti.
(sar/ata)
