Renungan Harian Katolik Kamis 18 Juni 2026: Tak Kenal Maka Tak Sayang

Renungan Harian Katolik Kamis 18 Juni 2026: Tak Kenal Maka Tak Sayang

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Kamis, 18 Jun 2026 09:00 WIB
Ilustrasi renungan harian Katolik
Ilustrasi renungan harian Katolik (Foto: Gemini AI)
Makassar -

Renungan harian merupakan salah satu praktik rohani yang penting dalam kehidupan umat Katolik. Dengan meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan bacaan liturgi setiap hari, umat dapat memahami kehendak Tuhan serta memperoleh kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

Renungan Harian Katolik Kamis 18 Juni 2026 menjadi sarana bagi umat beriman untuk merenungkan Sabda Tuhan dan menemukan pesan-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui perenungan yang dilakukan secara rutin, umat diajak untuk semakin mendekat kepada Allah, memperkuat iman, serta menumbuhkan kasih dalam relasi dengan sesama.

Pada Kamis, 18 Juni 2026, renungan harian Katolik mengangkat tema "Tak Kenal Maka Tak Sayang". Tema ini mengingatkan bahwa hubungan yang erat dengan Tuhan berawal dari pengenalan yang mendalam akan pribadi-Nya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, berikut renungan harian Katolik lengkap bacaan liturgi, hingga teks Mazmur Tanggapan Kamis, 18 Juni 2026. Yuk, simak selengkapnya!

Renungan Harian Katolik Hari Ini 18 Juni 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

ADVERTISEMENT

Bacaan I: Sir 48:1-14

Lalu tampillah nabi Elia TlO bagaikan api, yang perkataannya laksana obor membakar.

Kelaparan didatangkan-Nya atas mereka, dan jumlah mereka dijadikannya sedikit berkat semangatnya.

Atas firman Tuhan langit dikunci olehnya, dan api diturunkannya sampai tiga kali.

Betapa mulialah engkau, hai Elia, dengan segala mujizatmu, dan siapa boleh bermegah-megah bahwa sama dengan dikau?

Orang mati kaubangkitkan dari alam arwah, dan dari dunia orang mati dengan firman Yang Mahatinggi.

Raja-raja kauturunkan sampai jatnh binasa, dan orang-orang tersohor kaujatuhkan dari tempat tidurnya.

Teguran kaudengar di gunung Sinai, dan di gunung Horeb keputusan untuk balas dendam.

Engkau mengurapi raja-raja untuk menimpakan balasan, dan nabi-nabi kauurapi menjadi penggantimu.

Dalam olak angin berapi engkau diangkat, dalannkereta dengan kuda-kuda berapi.

Engkau tercantum dalam ancaman-ancaman tentang masa depan untuk meredakan kemurkaan sebelum meletus, dan mengembalikan hati bapa kepada anaknya serta memulihkan segala suku Yakub. n Berbahagialah orang yang telah melihat dikau, dan yang meninggal dengan kasih mereka, sebab kamipun pasti akan hidup pula.

Elia ditutupi dengan olak angin, tetapi Elisa dipenuhi dengan rohnya. Selama hidup ia tidak gentar terhadap seorang penguasa, dan tidak seorangpun menaklukkannya.

Tidak ada sesuatupun yang terlalu ajaib baginya, dan bahkan dikuburnyapun jenazahnya masih bernubuat.

Sepanjang hidupnya ia membuat mujizat, dan malah ketika meninggal pekerjaannya menakjubkan,

Mazmur Tanggapan: Mzm 97:1-2.3-4.5-6.7

TUHAN adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorak, biarlah banyak pulau bersukacita!

Awan dan kekelaman ada sekeliling Dia, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.

Api menjalar di hadapan-Nya, dan menghanguskan para lawan-Nya sekeliling.

Kilat-kilat-Nya menerangi dunia, bumi melihatnya dan gemetar.

Gunung-gunung luluh seperti lilin di hadapan TUHAN, di hadapan Tuhan seluruh bumi.

Langit memberitakan keadilan-Nya, dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.

Semua orang yang beribadah kepada patung akan mendapat malu, orang yang memegahkan diri karena berhala-berhala; segala allah sujud menyembah kepada-Nya.

Bacaan Injil: Mat 6:7-15

Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.

Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.

Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,

datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya

dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)

Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.

Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

Renungan Hari Ini: Tak Kenal Maka Tak Sayang

Jadi, janganlah seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. (Mat. 6:8)

Peribahasa 'Tak kenal maka tak sayang' menampilkan pesan bahwa kedekatan sejati hanya tumbuh ketika dua insan saling mengenal. Rasa sayang mustahil hadir tanpa terlebih dahulu mengenal pribadi seseorang.

Yesus tidak sekadar mengajarkan doa kepada orang banyak, Ia memperkenalkan Bapa-Nya sendiri. Dalam perikop Injil hari ini, kita melihat pribadi Allah Bapa Yang Maha Rahim: yang mengabulkan doa, memberi perlindungan, dan menaungi kita dalam pencobaan.

Allah pun memberikan kehendak bebas dalam memilih untuk mengampuni, namun mereka yang tidak memiliki kasih kepada sesama akan jauh dari perkenanan-Nya. Betapa indah cara Yesus mengenalkan Bapa-Nya.

Ia memulai dengan doa, menunjukkan bahwa Allah itu kudus, Maha Kuasa, dan Maha Mengetahui, bahkan mengetahui apa yang kita butuhkan sebelum kita menyadarinya sendiri. Sebab sering kali, kita lebih larut dalam keinginan daripada keperluan.

Yesus mengajar kita memanggil Allah dengan sebutan 'Bapa kami', sebuah undangan untuk bersekutu dan mengenal Sang Pencipta secara pribadi. Karena hanya dari pengenalan yang dekat dan mendalam itulah rasa sayang akan bertumbuh.

Hal ini mengingatkan saya pada Obi, anjing peliharaan semasa kecil. Awalnya ia takut dan bersembunyi, namun seiring waktu kami saling mengenal.

Ia selalu menyambut saya pulang dari sekolah dengan loncatan penuh kegembiraan. Tanpa dipanggil, Obi berlari menghampiri, menjilati tangan saya. Obi begitu mempesona dan menghibur.

Sungguh, jika seekor anjing saja mampu melakukan hal seindah itu, betapa jauh lebih dahsyat perbuatan Allah sendiri yang begitu mengenal kita. Ketika kita sungguh mengenal Allah, maka takkan ada pertanyaan seperti ini lagi, "Mengapa doa saya tidak dikabulkan?" Karena perlahan akan tergantikan oleh rasa syukur atas kepenuhan janji-Nya.

Hati pun semakin selaras dengan kehendak-Nya, dan kita belajar menyerahkan segalanya dalam iman yang sejati. Mari semakin mengenal Allah, agar rasa sayang kita kepada-Nya terus bertumbuh dan hati kita semakin sepaham dengan rencana-Nya.

Seperti yang diucapkan Bunda Maria kepada Malaikat Gabriel, "fiat mihi secundum verbum tuum" (terjadilah padaku seturut perkataan-Mu).

Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: G.B Fenty L

Doa Penutup

Ya Yesus, ajarilah dan ingatkanlah kami untuk berdoa bagi keselamatan Gereja dan kemuliaan nama-Mu yang luhur. Amin.

Demikian renungan harian Katolik Kamis, 18 Juni 2026 lengkap bacaan dan teks Mazmur Tanggapan. Semoga Tuhan memberkati!




(urw/urw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads