Tanggal 19 Juni Memperingati Hari Apa? Ini 3 Momen Pentingnya

Tanggal 19 Juni Memperingati Hari Apa? Ini 3 Momen Pentingnya

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Jumat, 19 Jun 2026 06:00 WIB
Kalender Juni 2026
Foto: Kalender Juni. (Dok. detikSulsel)
Makassar -

Tanggal 19 Juni menjadi momen penting yang diwarnai dengan sejumlah peringatan di tingkat internasional maupun nasional. Mulai dari isu kemanusiaan, kesehatan, hingga sejarah perjuangan suatu bangsa.

Lantas, tanggal 19 Juni memperingati hari apa saja?

Di tingkat global terdapat Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan Seksual dalam Konflik dan Hari Sel Sabit Sedunia. Sementara di belahan Bumi lainnya, ada Hari Artigas yang diperingati di Uruguay.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Simak ulasan berikut untuk mengetahui makna, sejarah, dan tujuan dari masing-masing peringatan tersebut.

1. Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan Seksual dalam Konflik

Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan Seksual dalam Konflik diperingati setiap 19 Juni untuk meningkatkan kesadaran dunia terhadap kejahatan kekerasan seksual yang terjadi di tengah konflik. Peringatan ini juga menjadi bentuk penghormatan kepada para korban, penyintas, serta mereka yang berjuang mengakhiri kejahatan tersebut.

ADVERTISEMENT

Dilansir dari laman Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), kekerasan seksual dalam konflik mencakup berbagai tindakan, seperti pemerkosaan, perbudakan seksual, prostitusi paksa, kehamilan paksa, aborsi paksa, hingga sterilisasi paksa. Korbannya dapat berasal dari berbagai kelompok, mulai dari perempuan, laki-laki, anak perempuan, hingga anak laki-laki.

Istilah ini juga mencakup perdagangan manusia yang dilakukan dalam situasi konflik untuk tujuan kekerasan atau eksploitasi seksual. Dalam banyak kasus, kekerasan seksual sengaja digunakan sebagai taktik perang untuk meneror masyarakat, memaksa penduduk mengungsi, atau mempertahankan kendali atas suatu wilayah.

Dampak yang ditimbulkan pun tidak hanya berupa gangguan kesehatan fisik, seperti infeksi menular seksual dan kehamilan dini yang tidak diinginkan, melainkan juga trauma psikologis yang mendalam. Para penyintas sering menghadapi stigma sosial yang menyulitkan mereka kembali diterima di lingkungan, sementara ibu muda dan anak-anak yang lahir akibat pemerkosaan juga lebih rentan mengalami eksploitasi, termasuk perdagangan manusia dan kerja paksa.

Untuk mengakhiri kejahatan tersebut, Majelis Umum PBB menetapkan Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan Seksual dalam Konflik pada 19 Juni 2015. Pada tahun 2026, peringatan ini menyoroti anak-anak yang menjadi korban, mengingatkan kekerasan seksual terhadap anak termasuk salah satu dari enam pelanggaran berat terhadap anak yang diidentifikasi dan dikutuk oleh Dewan Keamanan PBB.

2. Hari Sel Sabit Sedunia

Tanggal 19 Juni juga dikenal sebagai Hari Sel Sabit Sedunia. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit sel sabit (sickle cell disease/SCD) serta tantangan yang dihadapi para penderita dan keluarganya.

Dalam laman National Today dijelaskan bahwa penyakit sel sabit merupakan kelainan darah genetik yang terjadi ketika seorang anak menerima sifat sel sabit dari kedua orang tuanya. Kondisi ini membuat sel darah merah yang biasanya berbentuk bulat berubah menjadi menyerupai sabit atau pisang dan menempel pada pembuluh darah.

Hal tersebut dapat memperlambat atau menghentikan aliran darah sehingga memicu nyeri, kerusakan organ, hingga stroke. Penderita juga berisiko mengalami berbagai komplikasi lain, seperti sindrom dada akut, kebutaan, kerusakan tulang, dan ereksi penis yang menyakitkan pada pria.

Seiring waktu, penyakit ini dapat merusak organ-organ penting seperti hati, ginjal, paru-paru, jantung, dan limpa, bahkan berisiko menyebabkan kematian. Hingga kini, penanganan penyakit sel sabit umumnya berfokus pada pencegahan serta pengobatan komplikasi, sedangkan transplantasi sumsum tulang menjadi satu-satunya cara yang berpotensi menyembuhkan, meski hanya dapat dilakukan pada sebagian kecil pasien yang memiliki donor yang sesuai.

3. Hari Artigas di Uruguay

Menyadur situs National Today, masyarakat Uruguay memperingati Hari Artigas setiap 19 Juni untuk memperingati hari kelahiran José Gervasio Artigas. Ia dikenal sebagai pahlawan nasional sekaligus "Bapak Kebangsaan Uruguay".

José Gervasio Artigas lahir pada 19 Juni 1764 di Uruguay dari keluarga berada. Sejak kecil, ia tumbuh dengan semangat memperjuangkan keadilan dan kebebasan yang diwarisi dari kakek dan neneknya, yang pernah terlibat dalam Perang Suksesi Spanyol pada tahun 1701 hingga 1715.

Saat beranjak remaja, Artigas menghabiskan banyak waktunya di pedesaan dengan mempelajari tentang peternakan dan kehidupan para gaucho dan penduduk asli. Namun, ketika berusia 18 tahun ia sempat terlibat dalam penyelundupan ternak hingga menjadi buronan pemerintah.

Pada tahun 1792, Perang Anglo-Saxon pecah dan menjadi kesempatan bagi Artigas untuk mengubah hidupnya. Ia mendapat pengampunan dari pemerintah untuk bergabung dengan militer. Berkat keberhasilannya mengorganisir pasukan gerilya melawan Inggris, ia dipromosikan menjadi kapten memimpin perjuangan melawan Spanyol.

Beberapa tahun kemudian, Artigas memperjuangkan sistem pemerintahan federal, tetapi perbedaan pandangan dengan pemerintah Buenos Aires memicu konflik politik yang ikut membuka jalan bagi lahirnya Uruguay sebagai negara merdeka.

Artigas wafat pada 23 September 1850 di Asunción, Paraguay, dan hingga kini namanya tetap dikenang sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Uruguay.

Demikianlah ulasan mengenai peringatan penting pada 19 Juni 2026. Semoga menambah wawasan ya, detikers!




(urw/urw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads