Setiap tanggal dalam kalender menyimpan berbagai cerita melalui sejumlah peringatan penting di berbagai belahan dunia. Tak terkecuali tanggal 23 Juni yang pada tahun ini menandai sedikitnya 3 peringatan internasional.
Ketiga peringatan tersebut meliputi Hari Olimpiade Internasional, Hari Perempuan Internasional di Bidang Teknik, dan Hari Janda Internasional. Momen peringatan ini menjadi ajang untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap berbagai isu yang diangkat.
Seperti apa latar belakang dan cerita di balik masing-masing peringatan tersebut? Simak ulasan selengkapnya berikut ini yang disadur dari laman National Today!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari Olimpiade Internasional
Hari Olimpiade Internasional diperingati setiap tanggal 23 Juni sebagai perayaan lahirnya Olimpiade modern. Momentum tersebut menjadi ajang untuk menyebarkan nilai-nilai keunggulan, persahabatan, dan rasa hormat yang menjadi dasar Gerakan Olimpiade.
Gagasan peringatan Hari Olimpiade Internasional pertama kali muncul pada 1947. Ketika itu anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) asal Cekoslowakia, Dr. Josef Gruss, mengusulkan Hari Olimpiade Sedunia dalam sebuah pertemuan di Stockholm.
Gagasan tersebut kemudian disetujui pada Januari 1948 dalam Sidang IOC ke-42 di St. Moritz. Tanggal 23 Juni dipilih untuk peringatan tersebut karena bertepatan dengan hari berdirinya IOC.
Melalui peringatan Hari Olimpiade Internasional, IOC ingin memperkenalkan semangat olahraga kepada generasi muda sekaligus mendorong lebih banyak orang untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga.
Jika ditarik sejarahnya, Olimpiade berakar dari Yunani kuno yang menggelar festival keagamaan untuk menghormati Zeus. Olimpiade pertama yang tercatat dalam sejarah berlangsung pada 776 SM. Olimpiade tersebut dimenangkan oleh seorang juru masak dari kota Elis dalam perlombaan lari sejauh 600 kaki.
Pada peringatan Hari Olimpiade Internasional saat ini, biasanya diadakan berbagai kegiatan seperti lari bersama, seminar, pameran, dan pertandingan olahraga. Perayaan ini juga mengusung tiga pilar utama, yakni bergerak, belajar, dan menemukan, dengan melibatkan semua kalangan tanpa memandang usia maupun latar belakang.
Hari Perempuan Internasional di Bidang Teknik
Tanggal juga menandai peringatan Hari Perempuan Internasional di Bidang Teknik. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran perempuan di dunia teknik.
Selain itu, Hari Perempuan Internasional di Bidang Teknik juga menjadi ajang untuk mengapresiasi kontribusi perempuan sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih inklusif.
Perempuan telah berkontribusi dalam merancang dan membangun berbagai struktur maupun mesin penting selama berabad-abad. Akan tetapi, berbagai hambatan sosial dan budaya menyebabkan akses mereka terhadap pendidikan dan profesi teknik pada masa lalu sangat terbatas.
Kendati demikian, keterbatasan tersebut tidak menghentikan perempuan untuk berkarya di bidang teknik. Di tahun 1876, Elizabeth Bragg mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang meraih gelar sarjana teknik sipil dari Universitas Berkeley yang akhirnya membuka jalan bagi generasi berikutnya.
Selain Elizabeth Bragg, nama Ada Lovelace juga menjadi salah satu tokoh penting yang dikenang dalam sejarah teknologi. Ia adalah sosok perempuan yang berperan penting merancang program komputer pertama di dunia Bersama Charles Babbage.
Saat Perang Dunia Kedua, perhatian terhadap pendidikan teknik bagi perempuan semakin meningkat karena kebutuhan tenaga kerja teknis yang tinggi. Meski demikian, hingga kini bidang STEM masih didominasi laki-laki sehingga diperlukan upaya untuk terus mendorong kesetaraan gender di bidang teknik.
Hari Janda Internasional
Peringatan lainnya yang juga diperingati pada tanggal 23 Juni adalah Hari Janda Internasional. Peringatan ini menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran terhadap berbagai tantangan yang dihadapi para janda di seluruh dunia.
Hari Janda Internasional menyoroti persoalan seperti kemiskinan, diskriminasi, kekerasan, hingga pengabaian hak-hak dasar pada janda.
Peringatan Hari Janda Internasional ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi pada 21 Desember 2010. Namun, peringatan tersebut telah diperingati sejak 2005 oleh Yayasan Loomba melalui kampanye global.
Yayasan Loomba didirikan oleh Rajinder Loomba, anggota House of Lords di Inggris. Ia terinspirasi oleh perjuangan ibunya yang harus menghadapi berbagai kesulitan setelah menjadi janda pada usia 37 tahun.
Melalui kampanye yang dilakukan Yayasan Loomba, isu mengenai kehidupan para janda semakin mendapat perhatian dunia. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika PBB secara resmi menetapkan 23 Juni sebagai Hari Janda Internasional.
Peringatan tersebut menjadi pengingat agar masyarakat semakin sadar bahwa masih banyak janda yang menghadapi ketidakadilan, termasuk penolakan hak waris dan stigma sosial di sejumlah negara. Hari Janda Internasional diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk memberikan dukungan, perlindungan, dan penghormatan yang layak kepada mereka.
Nah detikers, demikianlah daftar peringatan penting dan menarik yang jatuh pada tanggal 23 Juni. Semoga bermanfaat!
(urw/urw)
