IAS Temui Walkot Makassar Appi Usai Terima Diskresi Maju Musda Golkar Sulsel

IAS Temui Walkot Makassar Appi Usai Terima Diskresi Maju Musda Golkar Sulsel

Sahrul Alim - detikSulsel
Sabtu, 27 Jun 2026 13:02 WIB
Munafri Appi Arifuddin dan Ilham Arief Sirajuddin (IAS).
Munafri 'Appi' Arifuddin dan Ilham Arief Sirajuddin (IAS). Foto: (dok. istimewa)
Makassar -

Politikus senior Ilham Arief Sirajuddin (IAS) menemui Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin usai menerima persetujuan diskresi maju Musda Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel). IAS mengatakan pertemuan itu untuk menghargai Appi yang diakuinya sebagai salah satu kader bersinar di Golkar.

Wali Kota Makassar 2004-2014 itu menemui Appi di Rujab Wali Kota Makassar, Jumat (26/6/2026) malam. Pertemuan ini digelar setelah IAS dari Jakarta menerima langsung diskresi dari Ketua Umum Bahlil Lahadalia.

"Alhamdulillah sudah bertemu. Setelah dari Jakarta, saya langsung meminta waktu Appi untuk bertemu. Saya menghargai Appi sebagai salah satu kader Golkar yang sedang bersinar saat ini," ungkap IAS kepada wartawan, Jumat (26/6).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IAS menyebut pertemuan ini sekaligus untuk menjaga stabilitas dan soliditas internal partai menjelang pelaksanaan Musda Golkar Sulsel IX. IAS mengobrol santai kurang lebih 30 menit di ruang tamu Rujab Wali Kota.

Langkah IAS menemui Appi juga disebut sebagai bagian dari persiapannya menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel. Terkait hasil pertemuan tersebut, IAS mengaku enggan menjelaskannya sepihak.

ADVERTISEMENT

"Insyaallah lebih baik ditanyakan langsung kepada beliau (Appi). Yang pasti, saya datang sebagai bentuk penghormatan sesama kader dan menyampaikan ajakan untuk sama-sama memajukan Golkar ke depan," jelas IAS.

Bagi IAS, keutuhan partai berlambang pohon beringin tersebut di atas segalanya. Langkah merangkul semua pihak yang dilakukan IAS ini menegaskan statusnya sebagai politisi senior yang memegang teguh nilai-nilai kultural Sulsel.

"Ini bukan sekadar soal persaingan, tapi bagaimana kita saling menghargai. Hubungan silaturahmi dengan Pak Appi harus terjaga dengan baik, demi Golkar ke depan," ujar IAS.

IAS juga menyampaikan harapannya agar Musda Golkar Sulsel IX mendatang tidak menjadi ajang perpecahan. Sebaliknya, momen tersebut harus menjadi panggung bagi Partai Golkar untuk menunjukkan kelasnya sebagai partai yang matang.

"Kami berharap Musda mendatang akan menjadi arena bagi Golkar untuk memamerkan kematangan berpolitik dan unjuk soliditas para kadernya kepada masyarakat," pungkas IAS.

Diketahui, IAS menerima surat diskresi dari Ketua Umum Golkar Bahlil di kantor DPP Golkar, Jakarta, Rabu (24/6) malam. Surat diskresi diberikan ke IAS untuk maju sebagai calon ketua di Musda DPD I Golkar Sulsel.

Meski demikian, IAS tetap butuh dukungan DPD II Golkar kabupaten/kota selaku pemilik suara di Musda Golkar Sulsel. Diskresi itu akan digunakan IAS sebagai tiket untuk mencalonkan sebagai kandidat ketua Golkar Sulsel di Musda.

"Pak IAS kan tidak memenuhi syarat berkaitan dengan pernah ke partai lain, di mana kembali menjadi anggota Golkar belum cukup lima tahun. Jadi diskresinya adalah bahwa itu berarti memperkenankan dan menyetujui untuk maju menjadi calon ketua Golkar Sulsel," ujar Politikus Senior Golkar Nurdin Halid.

NH juga menyinggung adanya aturan bagi kandidat calon ketua Golkar Sulsel membutuhkan minimal 30 persen dukungan DPD II. Aturan itu tertuang dalam peraturan organisasi (PO) Golkar dan petunjuk pelaksanaan (Juklak) Musda.

"Iya tetap (butuh dukungan DPD II). Sesuai dengan PO dan Juklak, dimana salah satu persyaratannya adalah bahwa calon ketua itu harus mendapatkan minimal 30 persen dari voters," kata NH.

Atas kondisi itu, IAS dipastikan akan melakukan sosialisasi ke DPD II sebelum Musda digelar. Dukungan DPD II tetap dibutuhkan agar IAS bisa memenuhi syarat dukungan pemilik suara.

"Tentu Pak IAS harus sosialisasi dan yakinkan DPD II untuk mendapatkan dukungan dan telah mendapatkan persetujuan untuk menjadi calon ketua," pungkas mantan Ketua DPD I Golkar Sulsel ini.




(asm/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads