Banyak yang penasaran, tanggal 1 Juli memperingati hari apa? Di tanggal ini terdapat momen penting bersejarah bagi sejumlah negara.
Mengetahui peringatan di tanggal-tanggal tertentu seperti hari ini, 1 Juli 2026, bukan sekadar menambah wawasan tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa tersebut. Hal ini bisa menjadi pengingat bagi semua untuk terus menghormati sejarah dan menjaga kedamaian.
Nah, bagi detikers yang penasaran dan ingin tahu lebih dalam tentang apa saja hari peringatan di tanggal 1 Juli 2026, berikut ini detikSulsel sajikan informasi lengkapnya. Yuk simak ulasannya!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari Bhayangkara
Di Indonesia, tanggal 1 Juli diperingati sebagai Hari Bhayangkara. Hari ini untuk mengenang tonggak penting dalam sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Menlansir laman resmi Polri, peringatan ini merujuk pada Penetapan Pemerintah Nomor 11/S.D. Tahun 1946 yang mulai berlaku pada 1 Juli 1946, ketika Djawatan Kepolisian Negara resmi ditempatkan langsung di bawah tanggung jawab Perdana Menteri.
Sebelumnya, setelah Indonesia merdeka, Presiden Soekarno melantik RS Soekanto Tjokrodiatmodjo sebagai Kepala Kepolisian Negara pada 29 September 1945. Saat itu, kepolisian masih berada di bawah Kementerian Dalam Negeri dengan nama Djawatan Kepolisian Negara.
Pada struktur tersebut, kepolisian hanya menangani urusan administrasi, sedangkan kewenangan operasional berada di bawah tanggung jawab Jaksa Agung.
Perubahan status pada 1 Juli 1946 menjadi tonggak penting karena menandai semakin mandirinya institusi kepolisian dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban negara. Oleh karena itu, tanggal 1 Juli kemudian ditetapkan sebagai Hari Bhayangkara dan diperingati setiap tahun sebagai hari lahir Polri.
Hari Kemerdekaan Burundi
Hari Kemerdekaan Burundi diperingati setiap 1 Juli. Peringatan ini untuk mengenang perjuangan panjang negara tersebut dalam meraih kemerdekaan dari penjajahan Belgia.
Melansir laman National Today, Burundi adalah negara yang tidak memiliki garis pantai dan terletak di kawasan Afrika Tengah. Negara Burundi pertama kali terbentuk pada akhir abad ke-16.
Saat itu, Burundi diperintah oleh seorang raja yang membawahi sejumlah pangeran. Kerajaan ini tetap berdiri sebagai negara merdeka hingga akhirnya dimasukkan ke dalam koloni Afrika Timur Jerman pada dekade 1890-an. Koloni tersebut mencakup wilayah Burundi, Rwanda, dan daratan utama Tanzania.
Setelah kekalahan Jerman dalam Perang Dunia I, Belgia mengambil alih wilayah-wilayah tersebut berdasarkan Perjanjian Versailles pada tahun 1919.
Pada Oktober 1924, wilayah Ruanda-Urundi (yang kini menjadi Rwanda dan Burundi) ditetapkan sebagai wilayah mandat Liga Bangsa-Bangsa di bawah pemerintahan Belgia. Meskipun berada di bawah kekuasaan dua negara kolonial Eropa secara bergantian, sistem monarki di Burundi tetap dipertahankan.
Pada tahun 1959, Raja Burundi, Mwami Mwambutsa IV, mengajukan permohonan kemerdekaan kepada Belgia dan memulai proses pembentukan Burundi sebagai negara merdeka. Burundi kemudian secara resmi memproklamasikan kemerdekaannya pada 1 Juli 1962 dan menggunakan nama Burundi sebagai nama resmi negara.
Burundi menjadi monarki konstitusional dengan Mwami Mwambutsa IV sebagai raja. Pada 18 September 1962, Burundi resmi bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Namun, masa setelah kemerdekaan tidak berlangsung dengan damai. Burundi mengalami puluhan tahun kudeta, perang saudara, dan genosida yang mengakibatkan ketidakstabilan politik. Meski demikian, sejak tahun 2006, negara ini relatif menikmati kondisi yang lebih damai.
Saat ini, sistem politik Burundi berbentuk republik demokratis perwakilan presidensial. Presiden Burundi menjabat sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Konstitusi negara mulai berlaku pada 13 Maret 1992, yang mengatur penerapan sistem multipartai dan mendorong persaingan politik antarpartai. Selanjutnya, pada 6 Juni 1998, konstitusi tersebut diamendemen dengan menambahkan ketentuan mengenai keberadaan dua wakil presiden.
Hari Kanada
Hari Kanada atau Canada Day diperingati setiap 1 Juli untuk mengenang disahkannya Constitution Act 1867 (atau British North America Act 1867). Undang-undang ini menjadi tonggak pembentukan Kanada sebagai sebuah negara.
Hari nasional ini baru resmi bernama Canada Day pada tahun 1982. Sebelumnya, peringatan tersebut dikenal sebagai Dominion Day.
Berbeda dengan banyak negara lain yang sejarahnya dipenuhi peperangan dan pertumpahan darah, perjalanan terbentuknya Kanada berlangsung relatif damai. Pada pertengahan abad ke-19, mulai muncul gagasan untuk menyatukan koloni-koloni Inggris di Amerika Utara. Tepat pada 1 Juli 1867, Parlemen Britania Raya mengesahkan British North America Act, yang menjadi dasar pembentukan Kanada sebagai negara yang berdiri sendiri.
Saat itu, wilayah yang tergabung dalam Dominion Kanada meliputi Upper Canada, Lower Canada, Nova Scotia, dan New Brunswick. Melalui undang-undang tersebut, wilayah Upper dan Lower Canada kemudian dibagi menjadi Ontario dan Quebec, sekaligus membuka peluang bagi koloni-koloni tetangga untuk bergabung di kemudian hari. Proses inilah yang menjadi cikal bakal terbentuknya Kanada modern. British North America Act juga berfungsi sebagai konstitusi Kanada hingga tahun 1982.
Hari peringatan ini ditetapkan sebagai hari libur nasional pada tahun 1879. Namun, pada masa itu perayaan tersebut belum mendapat antusiasme luas karena banyak warga Kanada masih menganggap diri mereka sebagai warga negara Britania. Situasi mulai berubah saat peringatan 50 tahun Konfederasi Kanada pada tahun 1917, ketika Dominion Day mulai dirayakan secara lebih meriah.
Pada tahun 1946, diajukan sebuah rancangan undang-undang untuk mengganti nama Dominion Day. Namun, pembahasannya tertunda karena anggota House of Commons tidak mencapai kesepakatan mengenai nama baru yang akan digunakan.
Semangat nasionalisme Kanada semakin menguat pada tahun 1967, bertepatan dengan peringatan 100 tahun berdirinya negara Kanada. Sejak saat itu, perayaan hari nasional semakin semarak. Bahkan sebelum perubahan nama tersebut diresmikan, masyarakat telah terbiasa menyebutnya sebagai Canada Day. Nama tersebut akhirnya resmi diadopsi pada tahun 1982, dan sejak saat itu hari nasional Kanada dikenal sebagai Hari Kanada.
Hari Republik Ghana
Tanggal 1 Juli diperingati sebagai Hari Republik Ghana. Hari bertujuan untuk mengenang perubahan Ghana menjadi sebuah republik yang berdaulat pada tahun 1960.
Meskipun Ghana telah meraih kemerdekaan dari Britania Raya pada 6 Maret 1957, peringatan ini menandai saat negara tersebut sepenuhnya menjadi republik yang berdaulat. Sebelum masa penjajahan, wilayah Ghana di Afrika Sub-Sahara merupakan pusat Kekaisaran Ashanti yang kuat, terutama di bagian selatan negara itu.
Ghana juga kaya akan sumber daya alam, terutama emas, sehingga menarik perhatian berbagai kekuatan kolonial. Meskipun Portugis menjadi bangsa Eropa pertama yang tiba di Ghana pada abad ke-15, Imperium Britania akhirnya berhasil menguasai wilayah tersebut setelah serangkaian konflik dengan Kekaisaran Ashanti pada awal abad ke-20.
Puluhan tahun eksploitasi dan penindasan berakhir pada 6 Maret 1957, ketika Ghana menjadi negara pertama di kawasan Afrika Sub-Sahara yang memperoleh kemerdekaan dari Britania Raya.
Selama tiga tahun berikutnya, Ghana membangun fondasi sebagai sebuah republik. Pada 1 Juli 1960, setelah referendum konstitusi dan pemilihan presiden, Dr. Kwame Nkrumah menyatakan Ghana sebagai sebuah republik dan menjadi presiden pertama negara tersebut.
Pada tahun-tahun berikutnya, Ghana memainkan peran penting dalam politik dunia pada era Perang Dingin. Di bawah kepemimpinan Kwame Nkrumah, Ghana menjadi salah satu pelopor Gerakan Non-Blok yang berupaya meredakan ketegangan antara blok-blok besar dunia.
Hari Republik Ghana diperingati bersamaan sebagai momen untuk menghormati warisan sejarah bangsa, mengenang perjuangan meraih kemerdekaan, serta merayakan kedaulatan dan perjalanan Ghana sebagai negara yang merdeka.
(alk/alk)
