Sejumlah penyedia jasa jahit sandal dan sepatu di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) kebanjiran order menjelang lebaran Idul Fitri 2026. Omzet semakin meningkat hingga tembus jutaan rupiah dalam sehari.
Kondisi itu turut dirasakan oleh salah satu penjahit sandal dan sepatu, Naharuddin di pelataran Pasar Induk Kecamatan Wonomulyo, Kamis (19/3). Naharuddin mengaku semakin sibuk menyelesaikan orderan yang menumpuk beberapa hari terakhir.
"Alhamdulillah, Hari Raya Idul Fitri membawa berkah tersendiri bagi kami tukang jahit sandal dan sepatu," ujar Naharuddin kepada wartawan, Kamis (19/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika pada hari biasa, Naharuddin rata-rata hanya menerima orderan 5 hingga 7 pasang sandal dan sepatu dalam sehari. Namun jumlahnya meningkat menjadi 40 pasang dalam sehari menjelang lebaran.
"Kalau hari biasa itu, paling kita hanya menerima jahitan lima atau tujuh pasang sepatu dan sandal sehari. Tetapi sejak mau lebaran ini meningkat tajam, sedikitnya 40 pasang sandal dan sepatu dalam sehari," ungkapnya.
Jumlah orderan yang meningkat membuat harga biaya jahit sandal dan sepatu mengalami kenaikan. Harga yang dipatok saat ini mencapai Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu.
"Dulu Rp 15 ribu sepasang, sekarang Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu sepasang, tergantung kondisinya sandal dan sepatu yang mau dijahit," terang Naharuddin.
Ayah tiga anak ini mengaku bersyukur meski dibuat sibuk karena orderan meningkat. Omzet pria yang 18 tahun menekuni pekerjaan sebagai penjahit sandal dan sepatu itu, juga semakin bertambah.
"Rata-rata dalam sehari itu pendapatan yang saya peroleh bisa mencapai Rp 600 ribu hingga Rp 800 ribu. Bahkan ada teman yang bisa Rp 1 juta sehari," ungkapnya.
Naharuddin melanjutkan, setiap penyedia jasa di pasar bekerja sepanjang hari mulai pagi sampai sore. Para penjahit juga berburu waktu untuk menyelesaikan orderan yang melonjak tinggi.
"Rata-rata kita bekerja mulai pagi sampai sore. Harus kerja ekstra karena orderannya meningkat, bahkan ada teman yang bekerja sampai malam," tuturnya.
Naharuddin tidak hanya melayani sandal atau sepatu bekas untuk dijahit. Dia menyebut banyak warga yang langsung menjahit sandal dan sepatunya yang masih baru.
"Banyak sandal atau sepatu yang baru saja dibeli langsung dibawa ke sini untuk dijahit. Alasan yang punya, biar lebih kuat dan awet dipakai," jelasnya.
(sar/hmw)










































