Mengenal Baju Adat Makassar yang Dipakai Jennifer Coppen di Foto Prewedding

Mengenal Baju Adat Makassar yang Dipakai Jennifer Coppen di Foto Prewedding

Iswandy Rusli - detikSulsel
Kamis, 28 Mei 2026 20:30 WIB
jennifer coppen pakai baju bodo khas makassar.
Foto: dok Instagram jennifercoppenreal20
Makassar -

Pasangan Jennifer Coppen dan Justin Hubner kembali membagikan foto prewedding mereka di media sosial. Kali ini keduanya tampak mengenakan pakaian adat Makassar berwarna pink.

Foto tersebut dibagikan Jennifer Coppen dalam unggahan di Instagram-nya @jennifercoppenreal20.

"Menuju hari bahagia dengan adat dan kasih yang abadi," tulisnya dalam caption foto, dikutip Kamis (28/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Unggahan tersebut pun langsung mencuri perhatian warganet. Tak sedikit yang memuji penampilan Jennifer Coppen dan Justin Hubner yang tampil serasi mengenakan busana adat Makassar tersebut.

Nuansa warna pink yang lembut dipadukan dengan aksesori tradisional membuat keduanya terlihat anggun sekaligus elegan. Tak hanya menjadi sorotan karena visual keduanya yang serasi, busana adat yang dikenakan Jennifer Coppen juga menarik perhatian publik.

ADVERTISEMENT

Pakaian tradisional yang dikenakan Jennifer Coppen itu diketahui merupakan baju bodo, busana adat khas Makassar yang memiliki filosofi mendalam dan sejarah panjang.

Mengenal Baju Bodo

jennifer coppenjennifer coppen Foto: dok Instagram jennifercoppenreal20

Baju bodo adalah nama baju adat Makassar untuk kaum wanita. Baju adat ini sudah ada sejak zaman dahulu, bahkan baju bodo ini disebut-sebut sebagai salah satu busana tertua di dunia. Dikutip dari jurnal IAIN Parepare, baju bodo sudah dikenal oleh masyarakat Sulawesi Selatan sejak abad IX.

"Bodo" dalam bahasa Makassar memiliki arti pendek. Sesuai namanya, baju bodo memiliki ukuran yang pendek. Selain itu lengannya juga pendek hanya setengah lengan atas. Adapun bentuknya menyerupai persegi.

Baju bodo dibuat dari benang sutera yang ditenun secara khusus dan spesifik. Baju ini dipasangkan dengan sarung.

Dahulu, baju bodo ini transparan dan dipakai tanpa baju dalaman, sehingga memperlihatkan aurat. Setelah masuknya Islam di Kota Makassar, baju bodo pun mengalami perubahan. Untuk menutupi aurat bagian atas, baju ini dilapisi baju dalaman yang serasi dengan warna baju bodo itu sendiri.

Selain itu, pada masyarakat dahulu terdapat aturan terkait warna baju bodo. Setiap warna tertentu memiliki nilai-nilai tersendiri sehingga tidak bisa digunakan sembarangan. Semua harus mengikuti aturan adat yang ditetapkan.

Warna Baju Bodo dalam Adat Makassar

Berikut ini penjelasan makna warna baju bodo dalam tradisi Makassar yang dilansir detikSulsel dari laman resmi Museum Daerah Kabupaten Maros:

Penggunaan warna ini mengandung arti yang menunjukkan usia atau status sosial seseorang.

Berikut ini warna baju bodo dan masing-masing artinya:

  • Baju Bodo warna jingga: biasanya digunakan oleh anak-anak perempuan yang masih kecil atau berusia di bawah 10 tahun
  • Baju Bodo warna jingga dan merah: biasanya dikenakan oleh anak perempuan yang berusia 10-14 tahun atau menjelang usia baligh
  • Baju Bodo warna merah: biasanya digunakan oleh anak perempuan yang sudah remaja atau gadis, antara usia 17 hingga 25 tahun
  • Baju Bodo warna putih: memiliki arti bahwa orang yang memakai berasal dari kalangan pembantu atau dukun
  • Baju Bodo warna hijau: menandakan bahwa orang yang memakai adalah perempuan dari kalangan bangsawan
  • Baju bodo warna ungu: melambangkan bahwa orang yang memakainya adalah seorang janda

Namun seiring berkembangnya zaman, baju bodo juga telah mengalami perubahan baik dari segi bentuk hingga makna warna. Beberapa model baju bodo saat ini tidak lagi menggunakan kain transparan. Selain itu, penggunaan warna itu tidak lagi menjadi ukuran status sosial ataupun umur pemakainya. Saat ini siapapun bisa menggunakan baju bodo dengan warna apapun sesuai dengan selera masing-masing.

Aksesoris Baju Bodo dalam Pakaian Adat Pengantin

Berikut sejumlah perlengkapan pakaian adat pengantin wanita suku Makassar:

Saloko Pinang Goyang

Saloko Pinang Goyang adalah salah satu bagian dari perlengkapan pakaian pengantin wanita. Ini adalah aksesoris pelengkap yang diletakkan di bagian kepala.

Karena itu Saloko Pinang Goyang ini biasa juga disebut sebagai mahkota mempelai wanita. Selain sebagai pakaian pengantin, aksesoris ini juga merupakan identitas etnis dan budaya.

Ponto (Gelang)

Aksesoris pelengkap lain bagi mempelai pengantin wanita adalah ponto atau gelang. Ponto untuk wanita ini terbuat dari logam kuningan yang berbentuk tabung dengan diameter 6 cm.

Ponto Naga (Gelang Naga)

Ponto Naga adalah aksesoris pelengkap pakaian pengantin pria. Aksesoris ini adalah gelang logam kuningan yang diukir menyerupai bentuk naga.

Rante (Kalung)

Aksesoris pelengkap selanjutnya adalah Rante atau kalung yang dikenakan di leher. Seperti aksesoris lainnya, rante ini juga terbuat dari logam kuningan.

Simpolong Teppong

Selain mahkota utama yang terbuat dari logam, pengantin wanita juga biasanya menggunakan Simpolong Teppong. Ini adalah kondek yang dikenakan di bagian belakang rambutnya.

Sima-Sima

Sima-sima adalah aksesoris pelengkap yang dipakai mempelai wanita pada ujung lengan bajunya. Aksesoris ini terbuat dari kain yang diukir dan diberi renda pada pinggirannya.

Salempang

Aksesoris tambahan lain pada pakaian pengantin suku Makassar adalah salempeng. Salempang ini digunakan baik laki-laki maupun perempuan.

Seperti salempang pada umumnya, salempang ini ditaruh di bagian pundak menyilang di badan sang pengantin. Pada bagian pinggang diberi perekat agar tertata dengan baik dan tidak mudah jatuh.




(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads