Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat lonjakan kasus narkotika sepanjang tahun 2025. Total sebanyak 160,14 kilogram sabu dan 1.529,8 gram ganja disita dari 865 orang yang diamankan.
"Barang bukti sabu tahun ini mencapai 160 kilogram dan jumlah tersangka naik menjadi 865 orang. Ini tanda bahaya narkoba semakin dekat dan harus terus kita lawan," ujar Kapolda Sulteng Irjen Endi Sutendi kepada wartawan, Selasa (30/12/2025).
Polisi juga mengamankan 1.549,8 gram ganja pada 2025 atau naik dari 1.127,30 gram pada 2024. Barang bukti tembakau gorila meningkat tajam menjadi 874,8 gram dibanding 40 gram pada tahun sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polda juga mencatat 25 butir ekstasi pada 2025 setelah tidak ditemukan barang bukti serupa pada 2024. Peningkatan barang bukti disertai kenaikan kasus menjadi 708 kasus dari sebelumnya 644 kasus.
"Jumlah tersangka bertambah dari 825 pada 2024 menjadi 865 pada 2025, terdiri dari 764 laki-laki dan 101 perempuan," jelas Endi.
Endi menyatakan peningkatan barang bukti dan tersangka menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyalahgunaan narkoba. Dia menegaskan langkah pencegahan dan penindakan akan dipertajam di 2026.
"Kami terus menyatakan perang terhadap narkoba dan mengajak masyarakat berperan aktif memberikan informasi agar jaringan dapat diputus," tegasnya.
Selain itu, Polda Sulteng juga melakukan pemusnahan barang bukti sabu seberat 60 kilogram. Hal itu merupakan hasil pengungkapan jaringan peredaran gelap internasional asal Malaysia.
"Keberhasilan pengungkapan narkoba oleh Polda Sulteng ini telah menyelamatkan kurang lebih 300 ribu jiwa dari penyalahgunaan narkotika. Dampaknya luar biasa, narkoba bisa merusak masyarakat, bahkan di Sulteng ini bisa sampai satu kabupaten rusak," jelasnya.
Endi mengemukakan, barang bukti tersebut disita dari penangkapan tiga orang tersangka berinisial AF, MF, M. Para tersangka ditangkap pada Kamis (13/11) sekitar pukul 14.00 Wita di wilayah Kabupaten Donggala setelah polisi menelusuri aktivitas jaringan internasional yang beroperasi dari Malaysia.
(ata/sar)
