Biadab Pria Bunuh Mantan Istri Saat Hendak Ibadah di Gereja Katolik Sorong

Papua Barat Daya

Biadab Pria Bunuh Mantan Istri Saat Hendak Ibadah di Gereja Katolik Sorong

Tim BeritaKlik - detikSulsel
Senin, 19 Jan 2026 07:07 WIB
Cristina Ewit Syufi (22) tewas ditikam mantan suaminya di depan Gereja Katolik di Sorong. Keluarga mendesak polisi segera menangkap pelaku.
Foto: Cristina Ewit Syufi (22) tewas ditikam mantan suaminya di depan Gereja Katolik di Sorong. (Paulus Pulo/BeritaKlik)
Sorong -

Pria berinisial MS membunuh mantan istrinya bernama Cristina Ewit Syufi (22) saat hendak beribadah di Gereja Katolik Santo Bernardus, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Pria biadab itu menikam korban tepat di depan gereja hingga jatuh bersimbah darah.

Peristiwa ini bermula saat korban hendak ibadah di Gereja Katolik, Jalan Sawi, Kelurahan Malawele, Distrik Aimas, pada Minggu (18/1) pagi. Pelaku langsung menghampiri dan menikam korban yang baru turun dari mobil di depan gereja.

"Kejadian itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIT, tepatnya di depan Gereja Katolik Santo Bernardus yang berada di Jalan Sawi, Kelurahan Malawele," kata Kasat Reskrim Polres Sorong Iptu Erikson Sitorus kepada wartawan, Minggu (18/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Erikson mengatakan korban meninggal di tempat kejadian perkara (TKP) akibat luka tikaman yang dideritanya. Polisi kini memburu pelaku yang kabur usai menikam korban.

"Belum diketahui secara pasti kronologi lengkap kejadian maupun identitas korban dan pelaku," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Pelaku Mantan Suami Korban

Belakangan identitas pelaku diungkap keluarga korban. Kakak korban bernama Maria Syufi mengatakan pelaku penikaman adalah mantan suami korban berinisial MS.

"Kami keluarga mendesak kepolisian bertindak cepat menangkap pelaku yang diduga merupakan mantan suami korban. Polisi bekerja profesional dan menuntaskan kasus tersebut dalam waktu singkat," kata Maria kepada wartawan, Minggu (18/1).

Maria menuturkan selama ini korban memang kerap menerima ancaman dari mantan suaminya itu. Dia pun menduga pelaku sudah merencanakan untuk membunuh korban.

"Kami minta polisi dalam waktu 1x24 jam sudah bisa menangkap pelaku. Ini bukan kejadian tiba-tiba, sudah ada ancaman-ancaman sebelumnya," bebernya.

Dia mengungkapkan bahwa korban dan pelaku berpisah karena adanya orang ketiga. Sejak keduanya berpisah, korban sering curhat ke keluarga terkait kelakuan suaminya yang terus menebar teror.

"Perselisihan rumah tangga mereka dipicu oleh dugaan hadirnya perempuan lain dalam kehidupan pelaku. Almarhum sering bercerita kepada kami soal ancaman itu. Bahkan kakak pelaku sendiri mengakui hal tersebut," jelasnya.

Korban Bersama Anaknya

Maria menuturkan korban ke gereja untuk ibadah bersama anaknya dengan taksi online. Saat tiba, korban melihat mantan suaminya di dalam sebuah mobil di sekitar lokasi.

"Setibanya di depan gerbang Gereja Katolik Paroki Santo Bernardus, korban sempat meminta sopir menunggu karena melihat mantan suaminya berada di dalam sebuah mobil Hilux hitam," ungkapnya.

Namun saat korban turun dari mobil, pelaku langsung menghampiri dan menikam korban. Serangan itu membuat korban terjatuh di depan gereja dan dinyatakan meninggal dunia.

"Sambil menggendong anaknya, korban berusaha berlari ke arah pintu gereja untuk meminta pertolongan, namun terjatuh di halaman gereja dan meninggal dunia di tempat kejadian," bebernya.

Sementara pelaku langsung meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP) menggunakan mobil. Kasus ini kemudian dilaporkan warga ke polisi.

"Pelaku kemudian melarikan diri menggunakan mobil yang sama," pungkasnya.

Lihat juga Video 'Pelajar SMA di Probolinggo Ditemukan Tewas Diduga Gantung Diri':
Halaman 2 dari 2
(hsr/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads