Brimob di Mimika Diserang Pakai Panah Saat Amankan TKP Penikaman Maut

Papua Tengah

Brimob di Mimika Diserang Pakai Panah Saat Amankan TKP Penikaman Maut

Syachrul Arsyad - detikSulsel
Jumat, 30 Jan 2026 11:15 WIB
Personel Brimob saat hendak membubarkan massa yang memblokade jalan di Mimika imbas penikaman maut.
Foto: Personel Brimob saat hendak membubarkan massa yang memblokade jalan di Mimika imbas penikaman maut. (dok. Istimewa)
Mimika -

Seorang anggota Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua Tengah, Brigadir Wahyudi luka terkena panah wayer di paha kiri saat mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) penikaman maut di Mimika, Papua Tengah. Polisi masih memburu pelaku penyerangan terhadap personel Brimob.

"Saya pastikan yang menyerang anggota akan kami kejar dan kami proses," kata Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hilldiario Budiman dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026).

Penyerangan itu terjadi di ruas Jalan Ahmad Yani Mimika pada Rabu (28/1) dini hari. Personel diserang saat sedang berjaga mengamankan ruas jalan yang diblokade keluarga korban penikaman maut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anggota Brimob yang terluka kena panah saat ini dirawat di RSUD Mimika," ujar Billyandha.

Billyandha mengatakan, anggota Brimbo lainnya, Bripda Peubelius Wouromi turut diserang menggunakan panah. Beruntung serangan panah wayer tidak mengenai langsung tubuh personel tersebut.

ADVERTISEMENT

"Salah satu anggota Brimob lainnya nyaris terkena panah wayer di kaki kanan, namun beruntung hanya terkena di kaki celana saja," tambahnya.

Billyandha memastikan pihaknya masih mengamankan lokasi kejadian. Pihaknya juga tengah memburu pelaku penyerangan anggota Brimob.

"Saya pastikan yang menyerang anggota akan kami kejar dan kami proses," tegas Billyandha.

Polisi juga memburu pelaku penikaman yang menewaskan pria bernama Sudirman Letson (22). Penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi.

"Untuk pelaku kami masih dalam penyelidikan, dan terkait dengan kejadian ini sudah satu orang kami mintai keterangan," ungkapnya.

Billyandha turut meminta masyarakat untuk tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada aparat kepolisian. Dia juga mengimbau warga tidak terprovokasi dengan informasi yang belum jelas kebenarannya.

"Kita di sini itu membantu masyarakat untuk mengungkap dan menemukan pelaku. Jadi tolong masyarakat bantu kami, jangan menyerang kami. Tapi kalau mereka menyerang kami berarti mereka musuh negara dan pasti kita akan tindak tegas," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, korban Sudirman tewas ditikam orang tidak dikenal (OTK) di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kebun Siri, Mimika pada Rabu (28/1) sekitar pukul 02.30 WIT. Keluarga korban kemudian turun memblokir jalan.

"Aksi ini sebagai bentuk protes atas tewasnya Sudirman Letson," kata Kanit Sabhara Polsek Miru, Iptu Ignatius Bate Sare kepada wartawan, Kamis (29/1).




(sar/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads