Jenazah Pilot-Kopilot Smart Air Dievakuasi dari Hutan ke Bandara Korowai

Papua Selatan

Jenazah Pilot-Kopilot Smart Air Dievakuasi dari Hutan ke Bandara Korowai

Paulus Pulo - detikSulsel
Rabu, 11 Feb 2026 17:22 WIB
Ilustrasi pesawat terbang (Haris/BeritaKlik)
Foto: Ilustrasi pesawat terbang (Haris/BeritaKlik)
Boven Digoel -

Pilot dan kopilot pesawat Smart Air tewas dibunuh orang tidak dikenal usai kabur ke hutan setelah pesawat ditembaki di Bandara Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Aparat telah mengevakuasi jenazah kedua korban dari dalam hutan ke bandara.

"Sementara data awal kami sampaikan korban pilot dan kopilot saat ini sudah diamankan di kantor Bandara Korowai," ujar Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo kepada BeritaKlik, Rabu (11/2/2026).

Pilot bernama Egon Erwan dan Kopilot bernama Baskoro. Yusuf mengatakan pesawat ditembaki setelah seluruh penumpang berjumlah 13 orang turun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketika pesawat itu landing dan parkir penumpang sudah turun. Saat itu baru diserang. Untuk kedua korban merupakan warga negara Indonesia," bebernya.

Yusuf menambahkan, jenazah pilot dan kopilot akan dievakuasi dari Bandara Korowai ke Tanah Merah pada Kamis (12/2) besok. Dia menyebut wilayah tersebut daerah terpencil dan hanya bisa diakses melalui udara.

ADVERTISEMENT

"Kita belum sampai sana, karena bandara perintis di pedalaman sehingga aparat belum bisa evakuasi keluar dari bandara. Salah satu akses ke sana hanya pesawat," ungkapnya.

Pilot dan Kopilot Lari ke Hutan

Pesawat Smart Air ditembaki OTK di Bandara Korowai, Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Rabu (11/2). Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana pihaknya menerima laporan pesawat ditembaki pada pukul 11.00 WIT.

"Awalnya kami terima informasi kejadianya jam 11.00 WIT, saya belum konfirmasi kapan kejadianya (kejadian pastinya), tapi kami terima di Polres itu jam 11.00 WIT. Lalu kita terima informasi pilot dan kopilot meninggal dunia ini pukul 13.17 WIT," jelas Wisnu kepada BeritaKlik.

Dia mengungkapkan pesawat itu ditumpangi 13 orang termasuk pilot dan kopilot. Saat pesawat mendarat di Bandara Korowai, pilot dan kopilot melarikan diri masuk ke dalam hutan.

"(pesawat dari) Tanah Merah tujuan Korowai yang mengangkut 13 penumpang termasuk pilot dan kopilot itu ditembak di Bandara Korowai, seketika sampai di Bandara Korowai pilot dan kopilot ini melarikan diri ke hutan," terang Wisnu.

Pilot dan kopilot kemudian dikejar sejumlah OTK ke dalam hutan. Tak berselang lama, keduanya dilaporkan meninggal dunia.

"Pilot dan kopilot melarikan diri ke hutan lalu dikejar oleh sekelompok OTK, nah pada pukul 13.17 WIT kami terima konfirmasi bahwa pilot dan kopilot ini kondisinya meninggal dunia," bebernya.




(hsr/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads