3 Anggota OPM di Kiwirok Nyatakan Kembali ke NKRI, Serahkan 1 Pucuk Senjata

3 Anggota OPM di Kiwirok Nyatakan Kembali ke NKRI, Serahkan 1 Pucuk Senjata

Paulus Pulo - detikSulsel
Minggu, 15 Feb 2026 10:08 WIB
Ilustrasi anggota OPM ikrar kembali ke NKRI.
Ilustrasi anggota OPM ikrar kembali ke NKRI. Foto: (dok. istimewa)
Pegunungan Bintang -

Tiga anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) dari Ngalum Kupel menyatakan kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Ketiganya juga menyerahkan satu pucuk senjata api pabrikan jenis Engkle Loop.

"Sebanyak tiga orang anggota Kodap XV Ngalum Kupel menyatakan diri kembali ke pangkuan NKRI. Mereka juga menyerahkan satu pucuk senjata pabrikan jenis Engkle Loop," kata Pangkoops Swasembada, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito kepada wartawan, Minggu (15/2/2026).

Ikrar kembali ke NKRI dan penyerahan satu pucuk senjata api jenis Engkle Loop berlangsung pada Sabtu (14/2) di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang. Senjata yang diserahkan itu sebelumnya digunakan untuk mengganggu keamanan wilayah Distrik Kiwirok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Senjata itu sebelumnya kerap digunakan untuk melancarkan gangguan keamanan di wilayah Distrik Kiwirok. Dengan tambahan tiga orang tersebut, total sebanyak 17 orang anggota Kodap XV Ngalum Kupel kini telah mendeklarasikan diri kembali ke NKRI," ucapnya.

Ia mengatakan anggota OPM memilih meninggalkan konflik dan menatap masa depan baru dengan hidup damai serta berupaya mencari pekerjaan tetap demi kehidupan yang lebih baik.

ADVERTISEMENT

"Sebelumnya juga kita berhasil melumpuhkan Pangkodap XV Ngalum Kupel, Lamek Alipky Taplo bersama tiga anggotanya. Pendekatan humanis terus digencarkan secara konsisten kepada anggota dan simpatisan kelompok tersebut," jelasnya.

Ia berharap agar masyarakat yang masih tergabung dalam kelompok OPM menghentikan peperangan dan memilih hidup damai. Aparat terus melakukan pendekatan secara humanis dan membuka jalan rekonsiliasi kepada anggota OPM.

"Mari kita bergandengan tangan demi kemajuan Distrik Kiwirok dan Papua. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pendekatan humanis dan komunikasi yang berkelanjutan mampu membuka jalan rekonsiliasi, sekaligus memperkuat harapan akan terciptanya situasi yang aman dan kondusif di Pegunungan Bintang," tutupnya.




(asm/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads