Wanita Hamil di Pasangkayu Nyaris Diperkosa Pemabuk saat Suami Dipenjara

Sulawesi Barat

Wanita Hamil di Pasangkayu Nyaris Diperkosa Pemabuk saat Suami Dipenjara

Hafis Hamdan - detikSulsel
Senin, 16 Feb 2026 18:06 WIB
Wanita Hamil di Pasangkayu Nyaris Diperkosa Pemabuk saat Suami Dipenjara
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Pasangkayu -

Wanita hamil berinisial SR (20) di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar) nyaris menjadi korban pemerkosaan pria mabuk saat tidur. Polisi kini memburu pelaku yang belum diketahui identitasnya itu.

"Telah terjadi percobaan pemerkosaan terhadap wanita dalam keadaan hamil 7 bulan," ujar Kapolsek Baras Iptu Fantri Alfaisar kepada wartawan, Senin (16/2/2026).

Peristiwa itu terjadi di rumah korban di Kecamatan Baras pada Minggu (15/2) sekitar pukul 03.40 Wita. Saat itu korban tidur sendiri di rumah lantaran suaminya ditahan di lembaga pemasyarakatan (lapas) karena terlibat kasus narkoba.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban tidur sendirian karena suami saat ini dalam lapas, (karena terlibat) kasus narkoba," tambah Fantri.

Korban mengaku pelaku berjumlah dua orang yang satu di antaranya berada di belakang rumahnya. Sementara satu pelaku sudah masuk ke dalam rumah hendak memperkosa korban.

ADVERTISEMENT

Pelaku mendadak kaget saat temannya yang berada di belakang rumah meneriakinya. Pelaku lantas mengancam korban menggunakan pisau agar tidak berteriak.

"Ada teriakan dari teman pelaku yang berada di belakang rumah, sehingga pelaku yang di dalam kamar bergegas ke belakang rumah dan lebih dulu mengancam korban dengan pisau," bebernya.

Saat pelaku keluar, korban kemudian berlari ke arah depan rumah menuju kediaman iparnya. Saat itulah kedua pelaku diduga melarikan diri setelah menyadari korban berhasil kabur.

"Korban tidak mengenali pelaku karena menggunakan baju kaos menutupi wajahnya dan sisa mata yang kelihatan," kata Fantri.

Berdasarkan keterangan korban, ciri-ciri pelaku mengenakan celana hitam dan kaos hitam serta dalam pengaruh minuman keras. Tinggi badan pelaku sekitar 150 centimeter (cm) dengan menggunakan kalung warna putih dan perawakannya kurus.

"Korban hari ini rencananya membuat laporan (ke Polres Pasangkayu)," pungkas Fantri.




(sar/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads