Pos keamanan milik PT Kristalin Ekalestari dibakar kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya hingga dua orang tewas di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Para pelaku sempat menembak mobil milik perusahaan tambang emas tersebut sebelum melakukan pembakaran.
"Aparat menemukan satu unit kendaraan milik perusahaan dengan empat lubang bekas tembakan dari arah depan. Kerusakan juga terlihat pada bagian radiator mesin yang berlubang akibat proyektil," kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026).
Yusuf mengatakan pelaku diduga melepaskan tembakan dari jarak 50 hingga 100 meter meski selongsong peluru bekas tembakan belum ditemukan. Aparat sudah memeriksa 4 saksi dari pegawai perusahaan terkait penembakan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berdasarkan keterangan saksi, penyerangan didahului dengan suara tembakan, dan terlihat sekitar tiga orang pelaku di lokasi kejadian. Jumlah tersebut masih dalam pendalaman lebih lanjut," jelasnya.
Yusuf melanjutkan, tidak ada anggota Polri yang bertugas di pos penjagaan perusahaan yang menjadi sasaran pelaku. Kendati begitu, pihaknya tetap mendalami informasi mengenai dugaan perampasan senjata.
Dua jenazah korban serangan KKB juga masih dalam proses identifikasi. Kedua jenazah itu ditemukan dalam kondisi hangus terbakar di antara runtuhan bangunan pos pengamanan yang juga terbakar.
"Kedua jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Nabire untuk proses identifikasi dan autopsi. Identitas korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis mengingat kondisi jenazah yang mengalami luka bakar berat," ucap Yusuf.
Yusuf memastikan penyelidikan tetap dilakukan secara profesional dengan mengedepankan alat bukti dan hasil investigasi lapangan. Pihaknya mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dengan informasi beredar yang belum terverifikasi kebenarannya.
"Kami mengucapkan belasungkawa atas kejadian yang menimpa kedua korban. Begitu menerima laporan, Satgas Ops Damai Cartenz bersama Polres Nabire langsung menuju TKP untuk melakukan pengamanan, olah tempat kejadian perkara, serta mengevakuasi korban," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Faizal Ramadhani menegaskan, aparat akan menindaklanjuti kasus ini secara tegas dan terukur. Pihaknya tidak mentolerir perbuatan para pelaku.
"Kami mengecam tindakan kekerasan yang menimbulkan korban jiwa. Penegakan hukum akan dilakukan secara profesional dan proporsional. Negara harus hadir untuk memastikan rasa aman bagi masyarakat serta menjaga stabilitas wilayah," ujar Faizal.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Adarma Sinaga menambahkan, para pelaku masih dalam pengejaran. Aparat juga melakukan pemetaan serta profiling terhadap kelompok yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut.
"Langkah-langkah pengamanan dan pengejaran terus kami lakukan secara terkoordinasi. Selain itu, tim juga mendalami motif serta kemungkinan keterkaitan dengan jaringan kelompok bersenjata di wilayah ini," jelasnya.
126 Orang Dievakuasi Imbas Teror KKB
Sebelumnya diberitakan, pos pengamanan kamtibmas milik PT Kristalin Eka Lestari dibakar di Jalan Musairo, Kampung Biha, Distrik Makimi pada Sabtu (21/2) sekitar pukul 13.30 hingga 15.00 WIT. Sebanyak 100 pendulang emas sudah dievakuasi lebih dulu akibat teror KKB itu.
"Jadi yang dievakuasi baik dibantu oleh kita Polres, timsus maupun satgas sekitar hampir 100 orang. Beberapa yang mencoba jalan kaki, kita sudah bantu angkut juga," kata Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu kepada BeritaKlik, Minggu (22/2).
Selain itu, ada 26 warga negara asing (WNA) asal China yang turut dievakuasi. Mereka merupakan pekerja PT Kristalin Ekalestari yang berada di camp perusahaan di sekitar lokasi penyerangan.
"Prioritas saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh karyawan PT Kristalin Nabire yang masih berada di lokasi kejadian. Di antara para pekerja tersebut, terdapat puluhan warga negara asing asal China yang keselamatannya terancam," jelasnya.
(sar/ata)
