Turnamen futsal Ramadan di Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel), berakhir ricuh. Seorang pemain berinisial MR (19) dikeroyok sejumlah suporter.
"Benar ada kericuhan di turnamen futsal Ramadan, sudah ada laporannya masuk di Polres," kata Kasubsi Humas Polres Lutim, Bripka Andi Muhammad Taufik kepada detikSulsel, Kamis (5/3/2026).
Kericuhan berujung pengeroyokan itu terjadi di gedung olahraga Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Lutim pada Rabu (4/3) sekitar pukul 21.00 Wita. Kejadian bermula ketika tim WTU FC bertanding melawan PPS FC.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak babak pertama pertandingan berlangsung aman, pada babak kedua WTU FC unggul 1-0 dan pada akhir pertandingan suporter PPS melempar botol air ke lapangan," ucapnya.
Saat itu wasit sempat menegur suporter tersebut. Namun belakangan wasit justru bersitegang dengan manajer tim PPS.
"Pengakuan korban saat itulah beberapa suporter masuk lapangan dan melakukan pengeroyokan kepada korban, dia menyebut dipukul pada bagian kepala hingga memar dan bengkak," jelasnya.
Korban yang tidak terima kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lutim. Polisi hingga saat ini masih melakukan penyelidikan.
"Pada laporannya korban mengaku dianiaya oleh lelaki inisial A, T, AP dan SR. Intinya saat ini laporan ini kami sedang tindak lanjuti," jelasnya.
Dalam video beredar di media sosial, puluhan suporter masuk ke dalam lapangan futsal. Mereka terlihat memukuli seorang pemain menggunakan jersey biru.
Tampak pemain tersebut dipukuli pada bagian kepala berulang kali. Beberapa orang lainnya terlihat melindungi pemain tersebut dengan menghalangi pukulan suporter.
(sar/asm)










































