Kantor PT Belibis Papua Mandiri di Kabupaten Waropen, Provinsi Papua dibobol orang tak dikenal (OTK). Anehnya, pelaku hanya merusak dokumen laporan pertanggungjawaban (LPJ) tiket gratis 2024 tanpa ada barang yang dicuri dari kantor perusahaan bidang jasa transportasi laut tersebut.
Kejadian itu terjadi di kantor PT Belibis Papua Mandiri Cabang Waropen di Kampung Mambui, Distrik Urei Faisei, Senin (9/3/2026). Aparat kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.
"Saat ini penyidik satuan reskrim masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan meminta keterangan dari para saksi untuk mengungkap pelaku," kata Kasat Reskrim Polres Waropen Iptu I Made Budi Dumariawan dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan. Dari hasil pemeriksaan, pelaku diduga masuk ke dalam kantor melalui jendela ruangan Kepala Cabang PT Belibis Papua Mandiri lalu lalu mengambil dokumen LPJ tiket gratis tahun 2024 yang berada di dalam lemari.
Dokumen LPJ tersebut dirusak dengan cara dirobek menggunakan sebuah pisau cutter sehingga potongannya berserakan di lantai. Potongan dokumen tersebut juga ditemukan di saluran air yang berada di samping kantor.
Akibat kejadian itu, pihak perusahaan mengalami kerugian hingga miliaran rupiah karena rusaknya dokumen LPJ tersebut. Jendela dan pintu kantor juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat dibobol.
"Kami telah melakukan olah TKP serta mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi," tuturnya.
Aparat tidak menemukan adanya tanda-tanda pencurian karena semua barang berharga kantor masih dalam kondisi lengkap. Aparat hanya menemukan potongan dokumen LPJ yang rusak, serta mengamankan sebuah pisau cutter yang diduga digunakan pelaku untuk merusak berkas tersebut.
Budi menegaskan pihaknya akan terus menelusuri insiden tersebut, termasuk melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi. Ia juga tengah menelusuri orang-orang yang memiliki hubungan dengan kantor tersebut.
"Kami akan mendalami seluruh keterangan saksi serta mengumpulkan alat bukti lainnya. Diharapkan dalam waktu dekat pelaku dapat segera terungkap," pungkasnya.
(sar/asm)
