Wakil Bupati (Wabup) Kepulauan Sitaro, Heronimus Makainas kembali diperiksa penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) terkait kasus korupsi penyaluran dana stimulan pembangunan pascabencana Gunung Ruang. Heronimus sebagai saksi dicecar 22 pertanyaan oleh penyidik kejaksaan.
"Sebagai warga negara sudah melaksanakan kewajiban untuk menghadiri pemeriksaan penyidik Kejati Sulut," ucap Heronimus kepada wartawan, Kamis (12/3/2026).
Heronimus awalnya tiba di Kantor Kejati Sulut pada pukul 09.26 Wita. Dia baru selesai diperiksa sekitar pukul 13.31 Wita. Heronimus mengaku sudah memberikan keterangan yang dibutuhkan penyidik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada 22 pertanyaan yang diajukan penyidik, dalam hubungan permasalahan pengelolaan dana erupsi gunung ruang," bebernya.
Heronimus belum mengetahui apakah akan dimintai keterangan lebih lanjut oleh penyidik kejaksaan. Namun dia mengaku siap kooperatif.
"Saat ditanya apakah bersedia kalau diundang lagi, saya jawab bersedia," ucap Heronimus.
Diketahui, Wabup Sitaro datang ke Kejati Sulut didampingi kuasa hukumnya, Max Bowotong. Max memastikan kliennya siap mendukung proses penyelidikan yang dilakukan kejaksaan.
"Janji Kajati akan proses hukum siapa saja, jadi kami serahkan ini agar bisa diungkap secara adil tidak ada pilih-pilih," imbuh Max.
Sebelumnya, Heronimus pertama kali diperiksa terkait kasus tersebut pada Kamis (12/3). Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit juga telah dua kali menjalani pemeriksaan pada Jumat (27/2) dan Jumat (6/3).
"Kami juga bertanya-tanya di mana masalahnya, semoga semuanya cepat selesai," kata Chyntia kepada wartawan usai diperiksa di Kejati Sulut, Jumat (27/2).
Sementara itu, Kepala Kejati Sulut, Jacob Hendrik Pattipeilohy masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi. Jacob meminta semua pihak untuk bersabar menunggu pemeriksaan rampung.
"Kita sudah periksa kurang lebih 1.300 orang dari (target) kurang lebih 1.900," ucap Jacob Hendrik Pattipeilohy kepada wartawan, Jumat (6/3).
Jacob mengaku penyelidikan kasus ini membutuhkan kerja ekstra. Dia lantas menyinggung penyidik kejaksaan sampai ada yang pingsan karena melakukan pemeriksaan terhadap ribuan saksi.
"Kalian nggak tahu kan, bagaimana siang malam bekerja, sampai ada yang pingsan jaksa saya saking kerja kerasnya," ungkap Jacob.
Kendati begitu, Jacob memastikan akan ada pihak yang mesti bertanggung jawab dalam kasus ini. Dia menegaskan potensi penetapan tersangka kasus korupsi meski belum dipastikan sosoknya.
"Pasti ada tersangkanya, catat tuh omongan saya," tegas Jacob.
(sar/asm)
