Polisi Amankan 12 Saksi-Sita 7 Senapan Terkait Pembunuhan 2 Nakes di Tambrauw

Papua Tengah

Polisi Amankan 12 Saksi-Sita 7 Senapan Terkait Pembunuhan 2 Nakes di Tambrauw

Paulus Pulo - detikSulsel
Kamis, 19 Mar 2026 14:03 WIB
Plt Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny Setya Agustin Hengkelare dan Dirkrimum Polda Papua Barat Daya, Kombes Junov Siregar saat konferensi pers.
Foto: Plt Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny Setya Agustin Hengkelare saat konferensi pers. (Paulus Pulo/BeritaKlik)
Tambrauw -

Polisi mengamankan 12 saksi terkait penyerangan terhadap 4 tenaga kesehatan (nakes) yang berujung dua korban di antaranya tewas di Tambrauw, Papua Barat Daya. Polisi juga menyita 7 senapan angin hingga tombak dan anak panah.

"Telah diamankan beberapa orang saksi atas dugaan keterlibatan kasus pengadangan, pengeroyokan, atau pembunuhan," kata Plt Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny Setya Agustin Hengkelare, Kamis (19/3/2026).

12 saksi tersebut diamankan pada Rabu (18/3) sekitar pukul 03.00 WIT. Mereka diamankan tim gabungan TNI dan Polri berdasarkan hasil penyisiran di sejumlah lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat penyisiran menemukan serta mengamankan orang-orang yang diduga sebagai saksi," ujarnya.

Para saksi yang diamankan antara lain berinisial TY (28), LY (57), SY (19), AY(44), MY (29), BY, AY, TY, WY (49), dan PY (49), YJ. Dua di antaranya merupakan kepala kampung yakni AY selaku kepala Kampung Banfoot dan MY kepala kampung Bamusbama.

ADVERTISEMENT

Polisi turut menyita barang bukti berupa 7 senapa angin, 7 parang, 4 noken, 3 tombak, 1 tikar, 11 anak panah, 1 kembang api, 1 senter, dua benda diduga jimat, 1 gembok kecil, 9 bungkus anggur kupu, 1 topi warna hijau.

Selain itu ada sebuah tas warna hitam, 5 handphone, sepasang sepatu, sebuah panah, dua sisir kayu, tiga cas HP, satu pak peluru senjata angin. Selanjutnya ada 3 buah korek api, 1 kalung berwarna emas, 4 kunci rumah dan satu ruas bambu.

"Motif dan peran masih dalam pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut pihak kepolisian," beber Jenny.

Diberitakan sebelumnya, empat orang nakes diserang orang tidak dikenal (OTK) di Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, Tambrauw pada Senin (16/3) sekitar pukul 11.37 WIT. Keempat korban yang mengendarai motor dan saling berboncengan tiba-tiba diadang oleh para pelaku.

"Telah terjadi penghadangan atau dugaan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap empat orang pengendara sepeda motor oleh beberapa OTK," kata Jenny Hengkelare saat dihubungi, Selasa (17/3).

Penyerangan itu mengakibatkan dua korban tewas berinisial YL dan YEB. Aparat gabungan TNI-Polri telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi kedua korban tewas.

"Itu mengakibatkan dua korban (tewas) di antara empat orang tersebut, korban yang dua orang sempat melarikan diri untuk mencari perlindungan atau pertolongan atau bantuan, yaitu ke pos satgas TNI," bebernya.

Jenny mengatakan aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut. Dia pun enggan menyebut pelaku penyerangan adalah anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Jadi saat ini masih dilakukan pendalaman-pendalaman terkait dengan kasus tersebut. Bahwa kita tidak bisa langsung men-judge bahwa itu adalah KKB," jelasnya.




(sar/hmw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads