Sebanyak 21 warga di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, dievakuasi dari hutan menuju pos TNI, imbas teror Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang belum juga mereda. Masyarakat masih hidup dalam ketakutan sejak kerusuhan berujung maut yang didalangi OPM 2022 silam.
"Itu bagian dari gangguan tahun 2022, yang masih berdampak sampai sekarang ketakutan di masyarakatnya. Kerusuhan tahun 2022 di Moskona Utara, OPM ada bunuh karyawan pekerja jalan," kata Kepala Penerangan Koops TNI Papua, Letkol Inf Wirya kepada wartawan, Jumat (20/3/2026).
Puluhan warga dievakuasi di Dusun Topo, Kampung Ainesra, Distrik Aifat Timur Jauh, Maybrat, Selasa (17/3). Mereka selama ini bertahan di hutan perbatasan antara Kabupaten Maybrat dan Kabupaten Teluk Bintuni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pengungsi dijemput aparat gabungan TNI bersama pemerintah daerah serta tokoh masyarakat setempat. Tim Patroli Gabungan Koops TNI Papua melaksanakan evakuasi secara aman menuju Pos Komando Taktis (Kotis) Koops TNI Papua.
Setibanya di Pos Kotis, para pengungsi menjalani pemeriksaan kesehatan dan pendataan identitas guna memastikan kebutuhan masing-masing. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar berkat sinergi TNI, pemerintah daerah dan masyarakat.
"Untuk sementara waktu, para pengungsi ditempatkan di lokasi penampungan di wilayah Distrik Aifat, sambil menunggu proses koordinasi lebih lanjut terkait pemulangan ke daerah asal, khususnya bagi warga dari Kabupaten Teluk Bintuni," jelasnya.
Wirya menuturkan, keberhasilan evakuasi ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat di wilayah rawan. Hal ini sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan dan kemanusiaan di Papua Barat Daya.
"Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah lanjutan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembinaan, serta koordinasi lintas wilayah guna memastikan proses pemulangan berjalan aman, tertib, dan bermartabat," tegasnya.
Diketahui, puluhan anggota OPM sebelumnya menyerang pekerja proyek Jalan Trans Moskona Barat-Moskona Utara di Teluk Bintuni pada 29 September 2022. Insiden itu mengakibatkan 4 pekerja tewas.
Para pelaku menyerang korban menggunakan senjata tajam. Anggota OPM juga membakar fasilitas proyek di lokasi kejadian.
(sar/ata)
