Seorang tahanan Rutan Kelas IIB Sidrap, Muh Taufik (29) dilaporkan tewas akibat gantung diri. Namun, pihak keluarga meragukan laporan itu setelah menerima kabar korban dianiaya petugas Rutan.
Muh Taufik dilaporkan tewas di RSUD Nene Mallomo Sidrap, Selasa (17/3) sekitar pukul 09.52 Wita. Pihak rutan menyebut korban berupaya mengakhiri hidupnya menggunakan sarung.
"Petugas jaga menerima laporan dari penghuni kamar bahwa ada seorang narapidana yang melakukan upaya bunuh diri. Korban ditemukan dalam posisi leher tergantung menggunakan kain sarung yang diikatkan di jendela ventilasi kamar," ujar Kepala Rutan Kelas IIB Sidrap, Perimansyah kepada detiksulsel, Minggu (22/3).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah petugas blok menerima laporan, petugas segera membuka kamar A1 untuk dilakukan pertolongan pertama. Dengan membuka ikatan sarung yang ada di leher narapidana tersebut dan segera dibawa ke klinik," katanya.
Keluarga Ungkap Jenazah Korban Babak Belur
Paman korban, Safaruddin dg Nompo menegaskan pihaknya meragukan klaim pihak rutan. Pasalnya, jenazah korban babak belur saat diterima pihak keluarga.
"Sangat memprihatinkan (kondisinya). Banyak luka-luka di badannya. Di lehernya itu kayak tali dijerat, ditarik dari belakang. Bibirnya pecah, kayak sudah dipukul," ujar Safaruddin kepada detikSulsel, Minggu (22/3).
Safaruddin menjelaskan kecurigaan pihak keluarga diperkuat keterangan rekan korban sesama tahanan rutan. Berdasarkan keterangan yang diperoleh keluarga, korban dipukul petugas.
"Informasi dari temannya di dalam, dia dipukul dua hari. Sudah dua hari dipukul baru meninggal, kemudian dibawa ke rumah sakit," jelasnya.
Dia juga meragukan keterangan pihak rutan yang menyebut korban gantung diri pakai sarung. Menurutnya, bekas luka di leher korban menunjukkan hal sebaliknya.
"Pihak Rutan bilang gantung diri pakai sarung, tapi bekas di lehernya itu bukan bekas sarung, itu tali," tegasnya.
Safaruddin berharap, pihak kepolisian bisa mengusut tuntas kematian Taufik. Dia curiga, keponakannya tewas karena dianiaya oleh pihak petugas rutan.
"Jadi mohon kepada pihak berwajib ini untuk segera diusut tuntas atas kematian keponakan saya. Dia jadi sangat-sangat tidak terima dengan keadaan karena informasi yang saya dapat ini sangat berbeda memang," ujarnya.
(hmw/hmw)
