Aksi pencurian terjadi di rumah perempuan berinisial HMD di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), saat pemiliknya pergi salat Idulfitri 1447 H. Maling berhasil membawa kabur brankas berisi 1 kilogram (kg) emas hingga uang tunai dari rumah korban.
Peristiwa terjadi di Jalan Kemuning, Kelurahan Penrang, Kecamatan Watang Sawitto, pada Jumat (20/3) sekitar pukul 07.30 Wita. Saat itu, korban bersama seluruh anggota keluarganya ke Masjid An-Nur yang lokasinya tidak jauh dari rumah untuk menunaikan Salat Id.
"Saat kejadian rumah korban dalam keadaan kosong ditinggal pemiliknya melaksanakan salat Idulfitri," ujar Kasat Reskrim Polres Pinrang AKP Ananda kepada detikSulsel, Kamis (26/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suami korban bersama adik laki-lakinya mengetahui rumahnya dibobol maling saat pulang lebih awal dengan mengendarai sepeda motor. Setibanya di rumah, mereka mendapati gembok pagar rusak.
"Saat pulang dari salat Idulfitri, suami korban melihat gembok pagar sudah rusak dan tergeletak di kursi teras depan," terangnya.
Suami korban yang merasa curiga kemudian masuk ke dalam rumah untuk melakukan pengecekan. Saat tiba di lantai dua, tepatnya di depan kamar utama, ia mendapati brankas yang sebelumnya disimpan di lokasi tersebut telah hilang.
"Saat mengecek isi rumah, brankas yang berisi emas kurang lebih 1 kilogram dan uang tunai puluhan juta rupiah sudah tidak ada di tempat," bebernya.
Pihak kepolisian dari Polres Pinrang yang menerima laporan langsung turun ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pencurian tersebut.
Polisi Dalami CCTV Diduga Pelaku
Polisi turut mendalami rekaman CCTV yang beredar terkait dugaan pencurian ini. Sejauh ini, polisi masih belum bisa menyimpulkan apakah dua orang yang terekam CCTV berboncengan motor sebagai pelaku pencurian.
"Rekaman CCTV yang beredar itu masih diduga. Belum bisa dipastikan sebagai pelaku," ujar AKP Ananda saat dikonfirmasi detikSulsel, Jumat (27/3).
Ananda mengatakan tetap mengumpulkan dan menganalisis seluruh bukti yang ada guna mengungkap pelaku. Termasuk, kata dia, rekaman CCTV yang berada di sekitar tempat kejadian perkara.
"Intinya kami tetap menganalisis rekaman CCTV dari sekitar lokasi kejadian untuk mengungkap pelaku," jelasnya.
Meski begitu, hingga kini belum ada pihak yang berhasil diidentifikasi sebagai pelaku dalam kasus tersebut. Ia memastikan polisi masih bekerja untuk dapat segera menemukan petunjuk yang mengarah ke pelaku.
"Untuk diduga pelaku, belum ada yang teridentifikasi," tambahnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak langsung menyimpulkan isi rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial sebagai pelaku. Apalagi banyak yang mengedit muka pelaku dengan memakai aplikasi yang berpotensi mengaburkan muka pelaku.
"Kami menjalankan proses penyelidikan dan semua yang bisa mendukung akan kami proses, termasuk rekaman CCTV. Tapi untuk yang banyak beredar, sekali lagi kita tidak bisa langsung menyimpulkan itu sebagai pelaku dan banyak juga yang sudah edit memakai aplikasi yang justru itu bisa mengundang persepsi terhadap orang tertentu yang dianggap mirip," tegasnya.
Simak Video "Video Detik-detik Pencuri Bermobil Satroni Rumah di Makassar"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/asm)










































