Nama Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Muh Rizal dicatut oleh oknum tak bertanggung jawab saat operasi SAR KM Nazila 05 yang tenggelam di Perairan Kepulauan Talaud, Maluku Utara. Pelaku meminta uang senilai Rp 40 juta ke pemilik KM Nazila 05.
"Operasi ini dimanfaatkan oleh oknum penipu meminta sejumlah uang kepada pemilik kapal senilai Rp 40 juta," ujar Rizal kepada wartawan, Selasa (31/3/2026).
Rizal mengatakan pelaku melancarkan aksinya dengan menghubungi pemilik kapal melalui WhatsApp. Pemilik kapal bernama Rifani baru mengonfirmasi ke pihak SAR setelah mentransfer sejumlah uang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya, sudah terlanjur ditransfer," katanya.
Sementara itu, Rifani membenarkan ada pihak yang menghubunginya meminta sejumlah uang saat operasi berlangsung. Dia pun mentransfer Rp 25 juta, sebelum dia sadar telah menjadi korban penipuan.
"Iya benar ada yang minta uang. Penipuan itu. Saya sudah konfirmasi ke Basarnas bahwa itu penipuan. Dia minta dengan saya langsung melalui WA. Iya sudah sempat transfer. Nilainya Rp 25 juta," terang Rifani.
Sebelumnya diberitakan, KM Nazila 05 tenggelam di perairan bagian utara Pulau Taliabu, Maluku Utara, Senin (30/3) sekitar pukul 10.00 Wita. KM Nazila 05 awalnya bertolak dari Pulau Taliabu menuju ke Desa Kema, Maluku Utara pada Minggu (29/3) pukul 18.00 WIT.
Pemilik kapal kemudian menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu untuk dilakukan operasi penyelamatan. Sebanyak 21 anak buah kapal (ABK) berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat pada Selasa (31/3) sekitar pukul 08.23 Wita.
"Pada pukul 08.24 Wita, tim SAR berhasil menemukan seluruh korban dalam kondisi selamat," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh Rizal dalam keterangannya, Selasa (31/3).
(hsr/asm)










































