Anggota KKB Penembak Rombongan Tito Karnavian Pernah Bakar Mapolsek Pirime

Papua Pegunungan

Anggota KKB Penembak Rombongan Tito Karnavian Pernah Bakar Mapolsek Pirime

Paulus Pulo - detikSulsel
Jumat, 03 Apr 2026 17:46 WIB
Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengamankan Pulan Wonda alias Kamenak anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB)Kodap XII Lanny Jaya, di Kampung Peruleme, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya.
Foto: Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengamankan Pulan Wonda alias Kamenak anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB)Kodap XII Lanny Jaya, di Kampung Peruleme, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya (dok. istimwa)
Puncak Jaya -

Anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Pulan Wonda alias Kamenak ditangkap di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Pegunungan, usai terlibat penembakan rombongan Mendagri Tito Karnavian saat masih menjabat Kapolda Papua pada 2012 silam. Usut punya usut, Pulan terlibat sejumlah penyerangan termasuk membakar Mapolsek Pirime di Jayawijaya.

"Pelaku diduga diketahui memiliki rekam jejak panjang dalam berbagai aksi kekerasan bersenjata," kata Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo dalam keterangannya, Jumat (3/4/2026).

Pulan Wonda tergabung sebagai anggota kelompok Kodap XII Lanny Jaya. Pulan bersama kelompoknya kerap menebar teror di wilayah Puncak Jaya dan Lanny Jaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pulan Wonda alias Kamenak yang sebelumnya masuk daftar pencarian orang (DPO), diketahui merupakan anggota kelompok Kodap XII Lanny Jaya," ungkapnya.

Berdasarkan catatan Satgas Operasi Damai Cartenz, Pulan pernah terlibat penyerangan di Kampung Wandenggobak, Distrik Mulia pada tahun 2010. Serangan pelaku mengakibatkan 2 warga sipil tewas dan 2 lainnya luka-luka.

ADVERTISEMENT

Pada tahun 2010, Pulan bersama kelompok menyerang aparat Polri di Kampung Lumbuk Tingginambut. Insiden itu mengakibatkan tiga polisi mengalami luka-luka, yakni Bripka Kamarul Huda, Brigadir Adam Anoh dan Brigadir Hairudin Hamid.

Anggota KKB itu kembali terlibat penyerangan di Kampung Sanoba pada 2010 silam. Serangan Pulan bersama kelompoknya mengakibatkan Bripda (Anm) Ahmad Mualam meninggal dunia serta 2 polisi lainnya, Bripda Yadi Prayitno dan Brigadir Dwi Haryono luka-luka.

Sementara pada Januari 2012, Pulan ikut menebar teror hingga terjadi kontak tembak dengan aparat di Kampung Wuyukwi, Distrik Mulia. Serangan kembali berlanjut pada 28 Januari 2012 di Kampung Wandenggobak hingga Briptu (Anm) Sukarno gugur.

Anggota KKB itu lalu melakukan pembakaran kantor di Mapolsek Pirime hingga merampas senjata aparat pada 27 November 2012. Insiden itu mengakibatkan 3 polisi gugur, yakni Ipda (Anm) Rolfi Takubessy (Kapolsek), Brigpol (Anm) Jefry Rumkorem dan Briptu (Anm) Daniel Makuker.

"Termasuk keterlibatannya dalam penembakan terhadap rombongan Kapolda Papua saat itu, Jenderal Tito Karnavian, pada 28 November 2012 di Distrik Pirime, Kabupaten Lanny Jaya," papar Yusuf.

Teror Pulan masih berlanjut hingga mengakibatkan warga sipil, Ferdy Turuallo tewas di wilayah Tiom, Lanny Jaya pada 3 Desember 2012. Dua tahun berselang, pelaku kembali melancarkan penembakan hingga seorang anggota TNI dan satu polisi luka-luka di Distrik Pirime pada 2014 silam.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 459 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 479 ayat 3 juncto Pasal 308 ayat 3. Pulan terancam hukuman pidana mati atau pidana seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun.

Yusuf mengatakan, aparat masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait kemungkinan keterlibatan pihak lain serta jaringan kelompok pelaku. Yusuf kembali memastikan Pulan merupakan anggota KKB berdasarkan keterangan tokoh masyarakat.

"Dia memang benar anggota OPM, dan punya keluarga itu sampai 5 tahun masyarakat sama-sama. Tapi saat ini, untuk dia punya anak, pihak orang tua mau bawa," tambah Yusuf.

Sebelumnya diberitakan, Pulan Wonda ditangkap di Kampung Peruleme, Distrik Mulia, Jumat (2/4) pukul 12.12 WIT. Pulan ditembak aparat di bagian kaki karena berusaha kabur dan menabrak kendaraan petugas saat penangkapan.

"Aparat telah memberikan tembakan peringatan sebanyak dua kali, namun tidak diindahkan, sehingga dilakukan tindakan tegas terukur yang melumpuhkan pelaku pada bagian kaki kanan," pungkas Yusuf.




(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads