Kasus Tahanan Rutan Sidrap Tewas Usai Diduga Dianiaya Petugas Naik Penyidikan

Kasus Tahanan Rutan Sidrap Tewas Usai Diduga Dianiaya Petugas Naik Penyidikan

Muhclis Abduh - detikSulsel
Senin, 06 Apr 2026 15:30 WIB
Makam Muh Taufik dibongkar untuk autopsi setelah keluarga curiga ia tewas dianiaya petugas rutan. Proses autopsi diharapkan ungkap penyebab kematian.
Foto: Makam Muh Taufik dibongkar untuk autopsi setelah keluarga curiga ia tewas dianiaya petugas rutan. (dok. istimewa)
Sidrap -

Kasus tahanan bernama Muh Taufik (29) yang dilaporkan tewas gantung diri di rumah tahanan (rutan) Kelas II B Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), kini naik tahap penyidikan. Kasus ini diusut usai pihak keluarga menduga korban tewas akibat dianiaya petugas rutan.

"Saya sudah ke Polda Sulsel dan mendapatkan penyampaian dari pihak penyidik bahwa laporan kami terkait dugaan tindak pidana penganiayaan berat terhadap ponakan saya yang sebelumnya kami laporkan sudah naik ke tahap penyidikan," kata paman korban, Safaruddin Dg Nompo kepada detikSulsel, Senin (6/4/2026).

Dia berharap polisi dapat segera menetapkan tersangka dalam kasus ini. Safaruddin ingin ponakannya mendapatkan keadilan sekaligus mematahkan penjelasan pihak Rutan Sidrap bahwa korban tewas gantung diri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan naiknya status ke penyidikan, kami berharap segera ada tersangka yang ditetapkan agar semuanya menjadi terang benderang sebab dari awal kami percaya korban tidak gantung diri, tetapi meninggal karena dugaan penganiayaan dengan melihat banyak bekas luka di tubuh korban," terangnya.

Terkait hasil autopsi, Safaruddin mengaku belum mendapat penjelasan dari pihak penyidik. Namun dia yakin hasil autopsi akan menjadi titik terang untuk mengungkap korban tewas dengan dianiaya.

ADVERTISEMENT

"Belum ada hasil autopsi yang disampaikan kepada kami. Sejauh ini kami juga masih terus menunggu sebab hasil autopsi akan menjadi titik terang mengungkap kasus kematian ponakan saya," bebernya.

detikSulsel berupaya mengkonfirmasi Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto terkait progres penyelidikan kasus kematian Taufik yang ditangani Polda Sulsel tapi belum direspons.

Diberitakan sebelumnya, makam Muh Taufik di Desa Bila Riase, Kecamatan Dua Pitue, Sidrap dibongkar pada Senin (30/3) sekitar pukul 10.00 Wita. Pembongkaran dilakukan tim Kedokteran Forensik (Dokpol) Polda Sulsel atas permintaan keluarga korban.

"Iya, kami dari pihak keluarga mengajukan untuk autopsi," ujar paman korban, Safaruddin kepada detikSulsel, Senin (30/3).

Diketahui, Muh Taufik dilaporkan tewas di RSUD Nene Mallomo Sidrap, Selasa (17/3) sekitar pukul 09.52 Wita. Pihak rutan menyebut korban berupaya mengakhiri hidupnya menggunakan sarung di dalam ruang tahanan sebelum dilarikan ke rumah sakit.

"Petugas jaga menerima laporan dari penghuni kamar bahwa ada seorang narapidana yang melakukan upaya bunuh diri. Korban ditemukan dalam posisi leher tergantung menggunakan kain sarung yang diikatkan di jendela ventilasi kamar," ujar Kepala Rutan Kelas IIB Sidrap, Perimansyah kepada detikSulsel, Minggu (22/3).




(hsr/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads