Seorang sopir pikap yang belum diketahui identitasnya mengancam pegawai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) wanita berinisial MR (26) menggunakan sebilah parang di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Insiden ini diduga dipicu barcode bahan bakar minyak (BBM) yang dipakai pelaku berbeda dengan nomor pelat mobilnya.
"Benar telah ada pengancaman yang dilakukan pengemudi mobil Grandmax warna hitam," ujar Kasi Humas Polresta Mamuju Iptu Herman Basir kepada wartawan, Selasa (7/4/2026).
Peristiwa tersebut terjadi di SPBU Belang-belang, Kecamatan Kalukku, Mamuju pada Senin (6/4). Kejadian berawal saat pelaku hendak mengisi BBM jenis pertalite dan menunjukkan barcode kendaraannya ke korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari situ dia (pelaku) memperlihatkan barcode-nya ke operator SPBU, namun di barcode itu muncul jenis kendaraan lain, barcode tersebut tidak sesuai dengan pelat yang ada di kendaraan tersebut," terang Herman.
Korban kemudian menyampaikan jika kendaraan yang dipakai pelaku tidak dapat diisi BBM bersubsidi. Namun pelaku disebut emosi kepada korban dan menyampaikan kata-kata ancaman.
"Dari situ pengemudi tersebut emosi, dan menyampaikan kata-kata pengancaman terhadap korban sambil mengeluarkan senjata tajam jenis parang," bebernya.
Herman menambahkan korban telah melaporkan kasus pengancaman ini ke Polresta Mamuju tidak lama setelah kejadian. Saat ini tim Satreskrim masih mengidentifikasi terduga pelaku dan memeriksa saksi-saksi.
"Masih tahap penyelidikan karena tidak ada yang kenal terduga pelaku," pungkas Herman.
Aksi pengancaman itu terekam kamera CCTV SPBU, dalam video beredar tampak mobil pikap dengan muatan penuh hendak mengisi BBM. Sopir keluar dari mobil lalu memperlihatkan handphone berisi barcode kendaraannya.
Saat itu pegawai SPBU melakukan scan barcode dan bergerak ke arah depan mobil untuk memastikan barcode sesuai dengan nomor pelat mobil. Pegawai SPBU itu kemudian mengembalikan handphone milik pelaku.
Tidak lama, pelaku terlihat emosi dan membuka pintu mobil lalu mengambil parang yang disembunyikan dekat setir. Pelaku lalu memperlihatkan parang itu ke hadapan korban. Kejadian itu tidak lama, sebelum akhirnya pelaku meninggalkan lokasi.
(asm/hsr)










































