Kasus mahasiswi berinisial AR yang diduga dilecehkan pendiri yayasan di Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) berinisial AA, menyisakan ironi. Korban yang trauma langsung mengajukan pengunduran diri sebagai mahasiswa.
Kuasa hukum korban, Muswanto Utama mengatakan, dugaan pelecehan seksual itu terjadi di area masjid IAI Rawa Aopa Konsel, pada Senin (19/1) sekitar pukul 05.00 Wita. Kasus ini kemudian dilaporkan ke polisi, pada Kamis (10/4).
"Keterangan korban terlapor diduga melakukan tindakan yang mengarah pada pelecehan seksual," kata Muswanto kepada BeritaKlik, Kamis (16/4/2026) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muswanto mengatakan dugaan pelecehan tersebut diperkuat dengan adanya rekaman yang disebut berasal dari saksi di lokasi kejadian. Korban diduga mengalami intimidasi agar menyelesaikan kasus itu secara damai.
"Korban berada dalam kondisi tertekan saat itu. Ada kekhawatiran terkait keberlanjutan pendidikan serta kondisi psikologisnya," tuturnya.
Kanit PPA Polresta Kendari Aiptu Rais Patanra membenarkan terkait laporan korban. Dia juga membenarkan bahwa yang dilaporkan melakukan pelecehan adalah pendiri yayasan.
"Iya, benar ada laporannya masuk, yang dilaporkan pendiri yayasan," katanya.
Sejauh ini penyidik telah memeriksa sejumlah saksi termasuk pelapor. Dia menegaskan kasus ini masih dalam tahap penyidikan.
"Pelapor dan saksi-saksi sudah kami lakukan pemeriksaan. Kasusnya masih tahap penyelidikan," ujarnya.
Korban Penerima Beasiswa
Menyikapi kasus pelecehan yang dialami, korban langsung mengajukan pengunduran diri sebagai mahasiswa. Surat pengunduran diri itu diajukan korban ke kampus pada Selasa (14/4).
"Korban ini sudah mengundurkan diri dari kampusnya per tanggal 14 April kemarin," kata kuasa hukum korban, Muswanto Utama kepada BeritaKlik, Jumat (17/4).
Muswanto mengungkapkan korban merupakan mahasiswa penerima beasiswa. Namun kasus pelecehan itu berdampak pada psikologis korban hingga memilih mundur.
"Dia kasihan ini penerima bantuan beasiswa, karena sudah ada kejadian seperti ini (diduga dilecehkan) makanya dia pilih mengundurkan diri saja," ujarnya.
Ia menjelaskan korban secara resmi mengajukan surat pengunduran diri dengan menyertakan alasan terkait dugaan pelecehan yang dialaminya. Keputusan itu diambil sebagai langkah untuk menghindari tekanan yang dirasakan korban.
"Saat ini korban sudah kami amankan di Kendari agar dia tetap aman dan tidak terintimidasi," tuturnya.
Ia juga mengungkapkan adanya dugaan upaya pendekatan kepada keluarga korban oleh pihak tertentu. Hal itu membuat korban merasa takut dan memilih menjauh dari lingkungan kampus.
"Karena keluarganya sudah didatangi oleh pihak mereka. Jadi anak ini takut," pungkasnya.
(hsr/hsr)
