Pria berinisial LN (38) ditemukan tewas dengan 19 anak panah tertancap di tubuhnya di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Para pelaku yang melakukan pembunuhan sengaja menancapkan anak panah di tubuh korban agar seolah-olah korban perang antarsuku.
"Jadi itu mereka eksekusi dulu di hotel baru dibawa ke lokasi yang ditemukan korbannya. Mereka buat seolah-olah yang meninggal itu korban perang suku," kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo kepada BeritaKlik, Minggu (19/4/2026).
Yusuf mengatakan pelaku EH merupakan otak pembunuhan tersebut. Pelaku telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut usai diduga terlibat kasus pembunuhan lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"EH diduga berperan sebagai pelaku utama dalam perencanaan pembunuhan yang dilatarbelakangi motif balas dendam terkait konflik yang terjadi sebelumnya di wilayah Kwamki Lama pada Januari 2026," ucapnya.
Polres Mimika bersama Satgas Operasi Damai Cartenz turut mengamankan empat orang lainnya, yakni EL (27), DBH (50), YH (27), dan JK (37). Namun DBH, YH dan JK kemudian dipulangkan karena dinilai tidak terlibat langsung.
"Sementara satu orang lainnya (EL) masih dalam pendalaman, dan tiga orang yang sebelumnya diamankan telah dipulangkan setelah pemeriksaan awal tidak menunjukkan keterlibatan langsung," jelas Yusuf.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Mimika Iptu Hempy Ona menjelaskan, pembunuhan tersebut terjadi di salah satu hotel di Kwamki Narama, Timika, Minggu (29/3) malam. Peristiwa ini bermula saat pelaku EH merencanakan pembunuhan di rumahnya dengan melibatkan rekannya, AH dan NA.
"Tersangka EH berada di rumah Kwamki Naram kemudian datang AH dan NA kemudian merencanakan akan melakukan pembunuhan," kata Hempy dalam keterangannya.
Lelaki AH dan NA lalu menyuruh tersangka EH untuk mencari mobil rental setelah menghubungi perempuan berinisial IM. Perempuan tersebut diberi tugas untuk menjebak korban LN.
"Setelah mengambil mobil rental, tersangka EH bersama AH dan NA menuju depan Gedung Emeneme. Saat tiba di halaman Emeneme, AH menghubungi IM menyuruh datang ke depan halaman gedung Emeneme," paparnya.
Perempuan IM lalu naik mobil bersama EH, AH dan NA menuju ke depan kantor Pos melalui Jalan Restu. Saat di mobil, IM melaporkan telah dihubungi oleh korban via pesan elektronik untuk ketemu.
"AH lalu memberikan uang Rp 500.000 dan NA memberikan uang Rp 1.000.000, kemudian menyuruh untuk menghubungi korban dan mengajak bertemu di hotel yang agak terpencil," ucap Hempy.
IM lalu diturunkan dari mobil di depan kantor pos Jalan Yos Sudarso. Sementara EH bersama AH dan NA menuju ke Pasar Baru untuk membeli dua senjata tajam berupa sangkur.
NA lalu menghubungi dua pria lain, LA dan JM untuk datang ke wilayah Kwamki Narama. Pria berinisial BA dan JA belakangan juga dihubungi untuk turut serta dalam aksi ini.
"Sekira pukul 20.00 WIT, IM menge-chat AH melalui messenger mengatakan bahwa dia sudah bersama dengan korban dan sudah masuk di hotel dalam kamar 106," tuturnya.
Tersangka EH bersama AH, NA, LA, JM, BA, dan JA pun menuju ke hotel hingga memesan kamar lain di hotel di samping kamar korban. Tidak berselang lama, perempuan IM memberikan informasi bahwa korban sudah tidur.
Pria JM, LA, JA kemudian menuju kamar korban hingga melakukan pembunuhan Sementara EH bersama BA, NA, dan IM memilih menunggu di dalam mobil.
Tersangka EH turun dari mobil dan masuk ke dalam kamar untuk memerintahkan agar mayat korban dibungkus kain seprei. Setelah itu korban dimasukan ke dalam mobil dan dibawa ke Kwamki Narama, Jalan Freeport Lama.
"Saat dalam perjalanan ke jalan Freeport Lama, AH menghubungi WD yang berada di Kwamki Narama menyuruh pemuda-pemuda untuk naik bawa panah ke pangkalan ojek Jalan Freeport Lama," jelasnya.
Saat tiba di pangkalan ojek Jalan Freeport Lama, mayat korban di depan pangkalan dan sejumlah anak panah ditancapkan ke tubuhnya. Pelaku kemudian kabur dari lokasi meninggalkan mayat korban.
Polisi yang melakukan penyelidikan baru menangkap pelaku EH di Jalan SP 1, Kamoro Jaya, Distrik Wania, Mimika, Rabu (15/4) sekitar pukul 15.00 WIT. Polisi mengungkap pembunuhan tersebut dipicu dendam pribadi.
"Motif utama dari perbuatan tersebut diduga kuat karena dendam pribadi," ungkap Hempy.
(sar/hsr)
