Ketua DPD II Golkar Maluku Tenggara Agrapinus Rumatora alias Nus Kei tewas ditikam 2 pria berinisial HR (28) dan FU (32) dipicu dendam lama. Nus Kei dituding sebagai otak pembunuhan yang mengakibatkan kerabat pelaku tewas di Bekasi pada 2020 silam.
"Berdasarkan pengakuan pelaku, motif pelaku adalah balas dendam," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah kepada BeritaKlik, Senin (20/4/2026).
Rositah menyebut kedua telah lama menyimpan dendam kepada Nus Kei. Pelaku emosi usai saudaranya bernama Fenansius Wadanubun meninggal karena dibunuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedua pelaku dendam karena korban Nus Kei adalah otak di balik pembunuhan saudara kedua pelaku atas nama Fenansius Wadanubun alias Dani Holat," jelasnya.
Rositah belum menjelaskan lebih jauh terkait kasus yang mengakibatkan kerabat pelaku tewas. Dia mengaku perkara yang memicu dendam pelaku itu sebelumnya terjadi di Bekasi.
"Yang terjadi pada tahun 2020 di Jakarta samping apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi," imbuh Rositah.
Sebelumnya diberitakan, pelaku HR dan FU ditangkap kurang dari 2 jam pascapenikaman pada Minggu (19/4). Pelaku menikam Nus Kei yang baru tiba di Bandara Karel Sadsuitubun, Maluku Tenggara.
Nus Kei berangkat dari Jakarta untuk menghadiri Musda Golkar Maluku Tenggara. Nus Kei meninggal setelah sempat mendapat perawatan medis di rumah sakit.
"Pada saat beliau (Nus Kei) tiba di bandara, nah tiba-tiba adalah dua orang ini pelaku yang sudah kita amankan ini melakukan penikaman," kata Kapolres Maluku Tenggara, AKP Rian Suhendi kepada BeritaKlik, Minggu (19/4).
Polisi masih mendalami peran dan keterlibatan kedua pelaku. Salah satu pelaku berinisial HR disebut berlatar belakang atlet tarung bebas atau Mixed Martial Arts (MMA).
"Iya betul, kalau dilihat sepertinya (pelaku HR adalah) atlet (tarung bebas)," sebut Rian.
(sar/asm)










































