Jejak Pelarian Anggota KKB Papua Pembunuh Prajurit TNI Sebelum Ditembak Mati

Papua Tengah

Jejak Pelarian Anggota KKB Papua Pembunuh Prajurit TNI Sebelum Ditembak Mati

Tim BeritaKlik - detikSulsel
Kamis, 23 Apr 2026 05:45 WIB
Anggota KKB di Puncak Jaya ditembak mati gegara melawan saat ditangkap.
Foto: Satgas Operasi Damai Cartenz melakukan penindakan terhadap KKB. (dok. Istimewa)
Puncak Jaya -

Pelarian anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) berinisial OE alias ME di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, berakhir. Pelaku yang terlibat pembunuhan terhadap prajurit TNI itu ditembak mati saat ditangkap setelah sempat buron selama 2 tahun.

Diketahui, pelaku OE awalnya terlibat penembakan terhadap personel TNI yang tergabung dalam Satgas Elang di Kampung Kulirik, Distrik Muara, Puncak Jaya pada 17 Maret 2024. Teror bermula saat personel yang melakukan patroli tiba-tiba diserang KKB.

Personel Satgas Elang sempat melakukan serangan balasan sambil berupaya menyelamatkan diri. Mirisnya, seorang prajurit TNI, Sertu Anumerta Ismunandar gugur terkena tembakan anggota KKB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo mengatakan, salah satu pelaku penembakan teridentifikasi berinisial OE. Pelaku OE lalu masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

"OE diketahui masuk dalam DPO terkait kasus penembakan yang mengakibatkan gugurnya personel Satgas Elang, Sertu Anumerta Ismunandar," kata Kombes Yusuf dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).

ADVERTISEMENT

Selang delapan bulan sejak penembakan maut terhadap prajurit TNI, perburuan terhadap pelaku menemui titik terang. Satgas Operasi Damai Cartenz ternyata sempat menangkap pelaku OE pada 27 November 2024.

Belum lama sejak diamankan, pelaku OE ternyata berhasil kabur. Anggota KKB itu melarikan diri saat situasi di lapangan sedang fokus pada penanganan konflik perang suku di wilayah Puncak Jaya.

"Memang yang bersangkutan sebelumnya pernah diamankan, namun berhasil melarikan diri saat situasi penanganan konflik berlangsung," beber Kombes Yusuf.

Aparat yang sempat kehilangan jejak pelaku, baru kembali mendeteksi keberadaan OE dua tahun kemudian. Pelaku OE terdeteksi berada di Kampung Wuyukwi, Distrik Mulia, Puncak Jaya pada 20 April 2026.

Satgas Operasi Damai Cartenz pun melakukan penangkapan terhadap anggota KKB tersebut. Pelaku OE ternyata melakukan perlawanan sehingga aparat terpaksa melepaskan tembakan.

"Saat akan diamankan, yang bersangkutan berusaha melarikan diri dengan melawan petugas, sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur," papar Kombes Yusuf.

Pelaku Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit

Pelaku OE mengalami luka tembak di bagian ketiak sebelah kanan menembus bagian badan belakang kanan. Pelaku kembali diamankan dan dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mulia.

"Pelaku berhasil dilumpuhkan dan sempat mendapatkan penanganan medis, namun dinyatakan meninggal dunia," jelas Kombes Yusuf.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen Faizal Ramadhani menegaskan, penindakan terhadap OE bagian dari upaya penegakan hukum. Penindakan terhadap buronan itu demi menjaga keamanan.

"Setiap pelaku tindak kekerasan akan kami proses secara profesional sesuai hukum yang berlaku," tegas Irjen Faizal.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz Kombes Adarma Sinaga menambahkan, pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan jaringan lainnya. Situasi keamanan di Puncak Jaya juga dipastikan kondusif.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan terus mendukung aparat dengan memberikan informasi yang akurat. Peran serta masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan wilayah," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Mencekam Detik-detik KKB Serang SMP di Yahukimo, 1 Orang Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads