Kapal tanker minyak Honour 25 dibajak perampok laut di perairan Somalia. Istri kapten kapal Ashari Samadikun, Santi, menceritakan momen kru disandera oleh para perompak.
Santi mengatakan masih sempat menjalin komunikasi dengan sang suami melalui panggilan video saat kapal dibajak perampok. Saat itu, dia melihat kapal sudah dipenuhi bajak laut dengan masing-masing menenteng senjata.
"Terakhir saya sempat video call sama suami saya dan keadaannya di situ sudah dipenuhi sama pembajak di atas kapal, dan mereka semua punya senjata masing-masing," kata Santi kepada wartawan, Senin (28/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, Santi menyebut suaminya dan kru kapal masih diperlakukan baik tanpa adanya kekerasan. Namun dia menyebut situasi terkadang berubah jika para pembajak merasa terancam.
"Alhamdulillah kata suami saya mereka diperlakukan dengan baik. Cuma kadang situasinya menjadi berubah kalau bajak laut itu merasa akan diserang, di situ juga situasi berubah terhadap kru," bebernya.
Di sisi lain, Santi mengungkapkan, informasi kapal yang dinakhodai suaminya dibajak perampok itu disampaikan langsung oleh sang suami. Kapten Ashari saat itu mengirim pesan suara (voice note) bahwa kapalnya dibajak perampok pada Selasa (21/4).
"Saat itu HP-nya masih dalam keadaan aktif. Tapi selang beberapa jam kemudian HP-nya sudah tidak bisa dihubungi lagi," imbuhnya.
Santi mengungkapkan saat ini pihak perusahaan masih melakukan negosiasi untuk membebaskan seluruh kru. Dia berharap suaminya bisa dibebaskan secepatnya dan pulang bersama kru lain dalam keadaan sehat.
"Saat ini perusahaan masih mencoba negosiasi terhadap pembajak. Tapi sampai sekarang saya belum tahu lagi perkembangannya. Saya berharap suami saya segera dibebaskan dan dipulangkan bersama kru lain dengan keadaan sehat, selamat sampai ke rumah masing-masing," harap Santi.
Diberitakan sebelumnya, kapal tanker minyak Honour 25 dilaporkan mengalami pembajakan oleh perampok laut di Somalia. Empat awak merupakan warga negara Indonesia (WNI) dan satu di antaranya sebagai kapten kapal, Ashari Samadikun, berasal dari Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).
(asm/sar)










































