Dua pimpinan Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau kelompok kriminal bersenjata (KKB) bernama Jeki Murib dan Lau Gwijangge, ditembak mati TNI dalam operasi di Papua. Jeki Murib merupakan Komandan Operasi (Danops) Kepala Air Kodap I8 Ilaga, sedangkap Lau Gwijangge menjabat Komandan Wilayah (Danwil) Mugie.
TNI menembak mati dua bos OPM itu di lokasi dan waktu berbeda. Jeki Murib dilumpuhkan di Desa Pinapa, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Senin (20/4). Kemudian Lau Gwijangge di Kampung Goa Batu, Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan pada Jumat (24/4).
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan kelompok Jek Murib awalnya menembak aparat yang patroli. Kontak tembak pun tak terhindarkan karena aparat melepaskan tembakan balasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Benar, Jeki Murib terpaksa kita lumpuhkan setelah yang bersangkutan dan kelompoknya melakukan serangan mendadak terhadap prajurit TNI," ujar Lucky Avianto dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).
Lucky menekankan, langkah tegas tersebut dilandasi prinsip salus populi suprema lex esto. Artinya, tindakan yang dilakukan demi keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.
"Jeki Murib berhasil dilumpuhkan dengan dua tembakan, meski situasi saat itu sangat terjepit," ungkap Lucky.
Jasad Jeki Murib kemudian dibawa kabur oleh anak buahnya. Kabar tewasnya Jeki Murib juga beredar melalui jaringan simpatisan KKB/TPNPB-OPM di berbagai platform media sosial.
"Dari hasil pemantauan di lokasi, terlihat Jeki Murib yang tertembak sempat diseret oleh anggota kelompoknya menjauh dari titik persembunyian," bebernya.
Jeki Murib Otak Pembunuhan Karyawan PTFI
Lucky mengungkapkan Jeki Murib terlibat sejumlah aksi teror dan penyerangan di wilayah Papua. Di antaranya pembunuhan karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI), Simson Mulia di Mimika.
"Ia diduga kuat sebagai otak di balik serangkaian aksi kekerasan, termasuk pembunuhan karyawan PT Freeport Indonesia, Simpon Mulia," katanya.
Penembakan terhadap Simson Mulia terjadi di area Grasberg, Distrik Tembagapura, Mimika, Rabu (11/3) lalu. Korban tewas ditembak di bagian kepala setelah melaksanakan pekerjaan di lokasi bersama rekannya.
Jeki Murib dan kelompoknya juga terlibat dalam pembunuhan pekerja pembangunan puskesmas di Desa Eromaga. Selain itu melakukan penembakan di Bandara Amingaru, Distrik Omukia, Puncak.
Pelaku juga terlibat pembakaran gereja di Desa Pinapa hingga pembakaran sekolah di Desa Pinggil. Jeki Murib pun teridentifikasi melakukan perusakan dua unit rumah bupati dan kantor pemerintah Kabupaten Puncak pada pertengahan 2025.
Lucky menegaskan penindakan tegas terhadap Jeki Murib menjadi komitmen TNI dalam menjaga kedaulatan negara. Langkah ini semata-mata melindungi masyarakat Papua dari ancaman kekerasan bersenjata.
"Negara hadir untuk memastikan keamanan, kedamaian, dan keberlanjutan pembangunan di Tanah Papua," tutur Lucky.
Lau Gwijangge Ditembak di Nduga
Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna mengatakan Lau Gwijangge, tewas ditembak di Kampung Goa Batu, Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Jumat (24/4). Saat itu, Lau Gwijangge terlibat kontak tembak dengan Satgas Koops TNI Habema.
"Tim patroli Koops TNI Habema berhasil melumpuhkan satu anggota OPM atas nama Lau Gwijangge dengan jabatan komandan wilayah Mugie," kata Wirya kepada wartawan, Sabtu (2/5).
Wirya menuturkan aparat awalnya mendapat laporan dari warga terkait keberadaan Lau Gwijangge dan kelompoknya. Aparat kemudian mendatangi lokasi mengamankan warga hingga terjadi kontak tembak.
"Menindaklanjuti informasi itu, tim patroli bergerak cepat untuk mengamankan warga. Saat melakukan penyisiran di Kampung Goa Batu, aparat mendapat perlawanan dari kelompok OPM hingga terjadi kontak tembak," bebernya.
Dalam peristiwa tersebut, tim patroli Koops TNI Habema berhasil melumpuhkan Lau Gwijangge. TNI juga mengamankan sejumlah barang bukti termasuk senjata api milik pelaku.
"Selain melumpuhkan satu anggota OPM, tim patroli juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti lainnya di antaranya 1 pucuk senjata campuran kaliber 5,5 mm No senjata 011189," katanya.
Barang bukti lain yang diamankan yakni 1 pucuk senapan angin No senjata: A2108828, 8 butir amunisi Kaliber 5,56 mm, 2 buah parang, 1 buah noken, 2 buah kapak, 2 HT, 4 handphone. Kemudian ada bendera bintang kejora serta perlengkapan pendukung lainnya.
"Situasi di lokasi dilaporkan telah terkendali. Aparat masih bersiaga guna memastikan keamanan warga serta mengantisipasi potensi gangguan lanjutan," tutupnya.
Simak Video "Video: Pigai Ungkap 15 Warga Tewas-7 Luka Imbas Baku Tembak TNI-OPM "
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/hsr)










































