Kronologi 2 Satpam SMK Polman Dikeroyok Usai Tegur Siswa Merokok-Panjat Pagar

Sulawesi Barat

Kronologi 2 Satpam SMK Polman Dikeroyok Usai Tegur Siswa Merokok-Panjat Pagar

Abdy Febriady - detikSulsel
Kamis, 14 Mei 2026 15:02 WIB
Dua satpam SMK 1 Polewali dikeroyok siswa setelah menegur mereka merokok dan memanjat pagar.
Foto: Tangkapan layar siswa dikeroyok siswa di Polman. (Dok. Istimewa)
Polewali Mandar -

Dua satpam SMK 1 Polewali, Sulawesi Barat (Sulbar) berinisial MR (24) dan MS (28), dikeroyok sejumlah siswa yang kedapatan merokok dan memanjat pagar sekolah. Para pelaku diduga tidak terima ditegur usai kepergok merokok dan memanjat pagar sekolah.

Pengeroyokan itu terjadi di sekitar sekolah tepatnya di Jalan Pemuda, Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali, Selasa (12/5/2026) sekira pukul 15.30 Wita. Salah satu korban awalnya melakukan patroli di lingkungan sekolah setelah jam pulang.

"Berawal ketika seorang satpam (korban) menegur beberapa siswa yang memanjat pagar dan merokok di lingkungan sekolah," kata KBO Sat Reskrim Polres Polman, Iptu Iwan Rusmana kepada wartawan, Rabu (13/5).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iwan menduga siswa yang ditegur tidak terima hingga merencanakan pengeroyokan terhadap korban. Para siswa itu sengaja berkumpul menunggu korban setelah jam pulang sekolah.

"Kemungkinan para korban tidak menerima teguran tersebut, sehingga mereka merencanakan untuk menunggu satpam tersebut saat pulang sekolah," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Iwan mengungkapkan para siswa itu langsung menyerang korban secara bersama-sama. Pengeroyokan itu membuat kedua korban mengalami luka-luka.

"Setibanya di lokasi, satpam bersama dua rekannya didatangi beberapa siswa yang langsung melakukan pengeroyokan menggunakan kunci motor dan tangan kosong," tuturnya.

Peristiwa itu sempat menjadi tontonan warga dan siswa lainnya. Kedua korban telah melaporkan kasus pengeroyokan yang dialami ke polisi.

"Sudah dilaporkan. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka memar dan luka gores pada bagian wajah," ungkapnya.

Iwan mengatakan pihaknya masih mendalami kasus pengeroyokan itu. Identitas siswa yang melakukan pengeroyokan juga masih didalami.

"Belum diketahui identitasnya (pelaku pengeroyokan)," pungkasnya.




(hsr/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads