Dua Satpam SMK 1 Polewali, Sulawesi Barat (Sulbar), berinisial MR (24) dan MS (28) dikeroyok sejumlah siswa di jalanan. Pelaku pengeroyokan diduga siswa yang sempat ditegur oleh korban karena merokok dan memanjat pagar sekolah.
Dalam video dilihat BeritaKlik, tampak salah satu korban dikejar sejumlah siswa berserakan sekolah di jalan raya. Satu siswa kemudian menangkap korban dan siswa lainnya langsung melayangkan pukulan.
Korban kemudian sempoyongan dan terjatuh di jalanan. Korban yang berusaha bangkit sempat mencoba memberikan pukulan balasan. Saat yang bersamaan rekan korban datang membantu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah siswa lalu menyerang kedua korban secara bersamaan. Saat suasana semakin memanas, seorang pemuda bercelana pendek dan memakai kaos berwarna hitam tiba-tiba memukul dan menendang salah satu korban.
Ketegangan mereda ketika salah satu pria berseragam ASN datang menghentikan keributan tersebut. Korban dan para pelaku dipisahkan.
Pengeroyokan itu terjadi di Jalan Pemuda, Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali, pada Selasa (12/5/2026) sekira pukul 15.30 Wita. Para pelaku diduga telah merencanakan pengeroyokan tersebut usai ditegur oleh korban.
"Kemungkinan para pelaku tidak menerima teguran tersebut, sehingga mereka merencanakan untuk menunggu Satpam tersebut saat pulang sekolah," kata KBO Sat Reskrim Polres Polman, Iptu Iwan Rusmana dalam keterangannya, Rabu (13/5).
Iwan mengatakan korban telah melaporkan kasus pengeroyokan yang dialami ke polisi. Pengeroyokan itu membuat kedua korban mengalami luka memar.
"Sudah dilaporkan. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka memar dan luka gores pada bagian wajah," ungkapnya.
Sementara Kepala SMK 1 Polewali Mustari mengatakan terduga pelaku pengeroyokan berjumlah 8 orang. Identitas pelaku terungkap lantaran sempat dibawa ke ruangan bimbingan dan konseling (BK) karena kepergok merokok dan panjat pagar sebelum pengeroyokan terjadi.
"Sudah ada nama-nama kita miliki, kalau tidak salah ada 8 orang. Itu waktu dimasukkan ke BK disuruh membuat surat (daftar) kelompok. Jadi sudah ada nama-nama yang mereka tulis, berarti pelaku utamanya mereka, karena itulah nama yang ditulis," ungkapnya melalui sambungan telepon, Kamis (14/5).
(hsr/hsr)










































