Kasus 10 orang pendulang emas yang tewas dibunuh anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Boven Digoel, Papua Selatan, sudah memasuki hari kedua. Namun, aparat gabungan belum berhasil menjangkau lokasi jenazah para korban.
Tim Penerangan Koops TNI Habema Kapten Sus Dewa Puspanegara mengatakan pihaknya hari ini masih mengirimkan tim evakuasi secara bertahap. Selain itu, pihaknya juga lebih dulu mematangkan pemetaan lokasi jenazah para korban yang ternyata sudah masuk dalam wilayah Boven Digoel (sebelumnya disebut Yahukimo).
"Kan kita tuh mengirim pasukan itu bertahap begitu, Pasukan-pasukan kita banyak yang dikirim ke sana," kata Kapten Sus Dewa kepada BeritaKlik, Jumat (22/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah direncanakan (evakuasinya) dari kemarin. Cuman kan kita kan tadi sih baru kumpul semua tadi dan sudah berangkat semua yang dipimpin dan mendapatkan pengarahan oleh Pangkoops TNI Habema, " jelasnya.
Menurut Sus Dewa, tim evakuasi juga mendiskusikan skema evakuasi, termasuk jalur yang akan dipilih. Pelaksanaan evakuasi direncanakan pada Sabtu (22/5) besok.
"Jadi tadi itu pembahasan buat rencana yang sudah direncanakan, jadi tinggal pelaksanaan saja," jelasnya.
Sebagai informasi, 10 orang pendulang emas tewas dibacok bertubi-tubi menggunakan parang. Aksi keji itu dilancarkan oleh OPM yang dipimpin oleh Dejang Heluka bersama Kopitua Heluka.
"Jadi mereka (OPM) itu melakukan penyergapan," ujar Sus Dewa Puspanegara saat dihubungi BeritaKlik, Kamis (21/5).
Menurut Sus Dewa, para pendulang saat itu tersebar di sejumlah titik di area tambang. Ada yang sedang beristirahat dan ada pula yang tengah mendulang emas ketika serangan terjadi.
"(Para korban) ada yang sedang istirahat, ada yang sedang mendulang. Itu otomatis mereka berlarian, tidak di satu titik. Rata-rata tertangkap oleh OPM," ujar Sus Dewa.
Para korban sempat lari kocar-kacir untuk menyelamatkan diri. Namun mereka diburu dan akhirnya tertangkap, lalu dibacok menggunakan parang.
"Dari informasi dan video yang dikirim dari lapangan, rata-rata dibacok menggunakan parang di bagian kepala dan badan," jelasnya.
Tim redaksi melakukan penyesuaian pada isi berita berdasarkan informasi mutakhir dari narasumber...
(hmw/sar)










































