Pria berinisial I (41) di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar) tewas ditebas parang oleh dua pria yang merupakan paman dan ponakan berinisial R (37) dan N (37) di pasar. Kedua pelaku menghabisi nyawa korban lantaran kesal adik atau ponakan perempuannya diganggu.
"(Kedua pelaku) om dan ponakan," kata Kasat Reskrim Polres Mateng Iptu Arifin kepada wartawan, Selasa (26/5/2026).
Arifin mengatakan sebelum kejadian, korban disebut sempat mengganggu adik perempuan pelaku yang sedang berjualan di Pasar Salugatta. Adik pelaku yang tidak terima lantas melaporkan kejadian tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua pelaku saat itu langsung mencari keberadaan korban. Setelah bertemu, pelaku yang saat itu membawa parang langsung membacok korban.
"Tersangka melakukan penganiayaan karena merasa kesal dan emosi terhadap tindakan korban yang sebelumnya mengganggu keponakan atau adik saat sedang berjualan," terang Arifin.
Akibat pembacokan itu, korban mengalami luka parah hingga dilaporkan tewas di lokasi kejadian. Polisi yang menerima laporan langsung membekuk kedua pelaku dan mengamankan barang bukti dua buah parang dan sebilah badik.
"Barang bukti yang diamankan ada senjata tajam berupa dua parang dan sebilah badik," katanya.
Sebagai informasi, penganiayaan maut itu terjadi di Desa Salugatta, Kecamatan Budong-budong, Mateng pada Sabtu (23/5). Polisi langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan warga sekitar.
"Pelaku dua orang," ujar Kasat Reskrim Polres Mateng Iptu Arifin kepada wartawan, Sabtu (23/5).
(asm/hmw)










































