Kalapas Bollangi Gowa Tuding 2 Anggota AMPH Positif Narkoba Usai Demo Ricuh

Kalapas Bollangi Gowa Tuding 2 Anggota AMPH Positif Narkoba Usai Demo Ricuh

Sahrul Alim - detikSulsel
Selasa, 26 Mei 2026 20:15 WIB
Seorang pendemo oleh sejumlah oknum sipir Lapas Bollangi, Gowa.
Demo ricuh di Lapas Bollangi, Gowa. Foto: Dokumen Istimewa
Gowa -

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bollangi, Gunawan buka suara terkait insiden ricuh saat aksi demonstrasi oleh Aliansi Masyarakat Pemerhati Hukum (AMPH) yang menyoroti dugaan peredaran narkoba di dalam Lapas Bollangi, Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Gunawan menyebut ada delapan orang yang diduga menjadi provokator dalam aksi tersebut telah diamankan, dengan dua di antaranya dinyatakan positif narkoba.

"Delapan orang provokator dari aksi tersebut langsung diamankan ke Polsek. Dilakukan penggeledahan dan pemeriksaan, dua di antaranya positif narkoba," ujar Gunawan kepada detikSulsel, Selasa (26/5/2026).

Gunawan menjelaskan kericuhan itu terjadi di Lapas Bollangi pada Senin (26/5). Dia menyebut demonstrasi yang dilakukan sekitar 40 orang massa aksi tersebut tanpa izin maupun pemberitahuan resmi ke polisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Unjuk rasa dilakukan oleh AMPH tanpa ada izin atau pemberitahuan surat resmi dari kepolisian baik Polres Gowa maupun Polsek Bontomarannu," katanya.

Saat melakukan aksi, kata Gunawan, massa melakukan tindakan perusakan dengan menabrakkan motor ke pintu ruang P2U dan melempari sejumlah fasilitas lapas. Massa juga disebut sempat melakukan pembakaran ban di lokasi aksi.

ADVERTISEMENT

"Para demonstran melakukan tindakan pengrusakan mulai dari sengaja menabrakkan motor mereka ke pintu ruang P2U (pengamanan pintu utama), pelemparan beberapa fasilitas lapas lainnya, yang menyebabkan kerusakan beberapa fasilitas dan sarana, sempat melakukan pembakaran ban," jelas Gunawan.

Selain itu, Gunawan juga menuding massa aksi membawa senjata tajam berupa badik dan busur panah. Temuan itu, kata Gunawan, diduga yang memicu keresahan masyarakat sekitar lapas.

"Mereka juga membawa beberapa senjata tajam seperti badik dan busur panah. Aksi tersebut juga menimbulkan ketakutan dan keresahan masyarakat di sekitar lapas," ungkapnya.

Menyikapi situasi tersebut, Gunawan langsung berkoordinasi dengan Polsek Bontomarannu dan Koramil 1409-03 untuk meminta bantuan pengamanan. Polisi kemudian mengamankan 8 orang yang diduga provokator dalam aksi tersebut.

"Pihak lapas terus berkoordinasi dengan Polsek Bontomarannu dan juga terus membuka ruang diskusi. Semua pengaduan dan layanan akan ditindaklanjuti sesuai SOP yang berlaku," pungkasnya.

Sementara itu, Juru Bicara AMPH Alif Fajar mengaku belum bisa memastikan dua orang dari pihak massa aksi dinyatakan positif narkoba. Dia justru menilai Lapas Bollangi tidak berkapasitas melakukan tes urine.

"Kalau itu saya tidak bisa pastikan, bisa jadi pihak lapas yang seolah-olah melakukan tes urine untuk menjebak teman, kalau memang ada, apa kapasitasnya pihak lapas melakukan tes urine dan tidak ada satupun kemarin dari pihak BNN," kata Alif.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak delapan demonstran diamankan polisi usai aksi unjuk rasa berujung ricuh di Lapas Narkotika Kelas IIA Bollangi Gowa. Massa sebelumnya menggelar aksi terkait dugaan peredaran narkoba di dalam lapas.

Kericuhan itu terjadi di depan Lapas Bollangi, Kecamatan Bontomarannu, Senin (25/5) sekitar pukul 13.30 Wita. Polisi menyebut situasi saat ini telah terkendali setelah aksi massa dibubarkan.

"Terkait dengan video viral bahwa betul terjadi aksi pengrusakan terhadap Lapas Bollangi di Kabupaten Gowa," kata Kapolres Gowa AKBP Aldy Sulaiman kepada wartawan, Senin (25/5).

Aldy mengatakan massa yang diduga terlibat aksi perusakan saat ini diamankan di Polsek Bontomarannu. Polisi juga masih menunggu laporan resmi dari pihak lapas terkait insiden tersebut.

"Dapat kami sampaikan juga terkait aksi tersebut, untuk orang-orang terduga pelaku yang melakukan aksi pengrusakan saat ini sementara kami amankan di Polsek Bontomarannu," ujarnya.




(asm/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads