Tampang Pemerkosa dan Pembunuh Siswi SD di Rumah Kosong Makassar

Tampang Pemerkosa dan Pembunuh Siswi SD di Rumah Kosong Makassar

Hermawan Mappiwali - detikSulsel
Kamis, 28 Mei 2026 12:48 WIB
Polisi menangkap IK (baju merah), pelaku pemerkosaan dan pembunuhan siswi SD di rumah kosong di Makassar. Dokumen Istimewa
Foto: Polisi menangkap IK (baju merah), pelaku pemerkosaan dan pembunuhan siswi SD di rumah kosong di Makassar. Dokumen Istimewa
Makassar -

Siswi SD berinisial NU (12) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), tewas diperkosa dan dibunuh oleh tetangganya sendiri, IK (19). Pelaku pun telah ditangkap dan digelandang ke Mapolrestabes Makassar untuk mempertanggungjawabkan aksi kejinya.

Dalam video beredar, tampak pelaku IK mengenakan celana jeans dan baju kaos merah tengah digelandang aparat kepolisian pada Rabu (27/5/2026) sore. Kedua tangan pelaku tampak diikat ke belakang.

Sejumlah aparat kepolisian menggiring pelaku melewati lorong permukiman. Seorang petugas tampak meminta rekannya untuk membuka ruang agar pelaku dapat dibawa menuju mobil patroli.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kasi kosong, kasi kosong," ujar petugas tersebut.

Tidak berselang lama kemudian, sejumlah warga sekitar mulai memadati lorong yang akan dilalui pelaku. Warga yang kesal tampak berupaya mendekati pelaku, namun dihadang petugas.

ADVERTISEMENT

"We minggir, minggir, minggir semua," ujar petugas yang meminta warga tidak main hakim sendiri.

Petugas yang menyadari semakin banyak warga yang mendekat akhirnya mempercepat langkahnya. Petugas menggiring pelaku ke dalam mobil, sementara sebagian lainnya menghalau warga yang mencoba mendekat.

Sementara dalam foto beredar, tampak pelaku sudah berada di area Satuan Reserse Kriminal, Mapolrestabes Makassar. Tampak pelaku berada di hadapan sejumlah petugas.

Pelaku Perkosa dan Bunuh Korban di Rumah Kosong

Pelaku IK diketahui menjalankan aksi kejinya di sebuah rumah kosong di Jalan Sultan Abdullah I, Kecamatan Tallo, Makassar, Selasa (26/5) malam. Polisi mengatakan pelaku IK mulanya meminta dibelikan minum oleh korban.

"Korban tadi untuk beli minum, lalu kembali lagi, lalu beli salah satu makanan," ujar Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana kepada wartawan di Makassar, Rabu (27/5/2026).

Pelaku kemudian melancarkan aksi biadabnya saat korban kembali setelah membelikan makanan yang diminta. Remaja tersebut langsung menarik paksa dan membekap korban di dalam rumah kosong.

"Ketika kembali lagi ke pelaku, langsung diseret, masuk ke rumah, rumah kosong itu, langsung dibekap mulutnya," jelas Arya.

Arya menjelaskan bahwa korban sempat berupaya melakukan perlawanan sengit saat diseret. Hal itu membuat pelaku naik pitam, lalu menganiaya korban secara sadis hingga bocah tersebut kehilangan kesadaran.

Penganiayaan brutal itu mengakibatkan kepala korban terluka parah. Dalam kondisi korban yang sudah tidak berdaya dan pingsan itulah, pelaku melampiaskan aksi kekerasan seksualnya.

"Lalu dalam keadaan masih hidup gitu ya, di apa namanya (korban diperkosa)," ujar Arya.

Pelaku Dijerat Pasal Berlapis

Kombes Arya memastikan ada unsur perencanaan di balik kekejian pelaku IK. Hal ini dapat dilihat dari modus pelaku yang berpura-pura meminta korban membelikan air dan makanan.

"Jadi dia merencanakan itu tidak harus beberapa hari sebelum, enggak. Jadi artinya dia melihat, oh ini saya harus melakukan, oh ini suruh beli air dulu. Nanti suruh beli dulu, nanti setelah itu saya akan tarik. Itu namanya sudah perencanaan," jelas Arya.

"Dia sudah memetakan lah situasi di situ, dia sudah mencari ruangan yang kosong di mana, dia sudah tahu nanti mau melakukan apa, itu sudah masuk ke kategori perencanaan," sambungnya.

Arya juga memastikan pihaknya akan menerapkan pasal pembunuhan berencana terhadap pelaku. Atas perbuatannya, IK kini terancam hukuman mati.

"Kita kenakan pasal pembunuhan berencana, Pasal 459 dan subsider 458, ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau 20 tahun penjara," pungkasnya.




(hmw/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads