Ortu Diancam Dibunuh, Remaja di Ternate Tikam Teman Pesta Miras hingga Tewas

Maluku Utara

Ortu Diancam Dibunuh, Remaja di Ternate Tikam Teman Pesta Miras hingga Tewas

Muhammad Jaya Barends - detikSulsel
Kamis, 28 Mei 2026 15:00 WIB
Ilustrasi pembunuhan: Remaja DA (17) ditangkap setelah menikam temannya SG (53) hingga tewas usai pesta miras.
Foto: (Getty Images/ilbusca)
Ternate -

Remaja pria berinisial DA (17) di Kota Ternate, Maluku Utara, ditangkap gegara menikam temannya, SG (53) hingga tewas usai pesta minuman keras (miras). Penikaman itu diduga dipicu emosi pelaku lantaran ayahnya diancam dibunuh oleh korban.

"Hasil pemeriksaan awal, motif pelaku diduga karena emosi setelah korban mengancam akan membunuh ayah pelaku," ujar Kapolres Ternate, AKBP Anita Ratna Yulianto dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).

Peristiwa itu terjadi di rumah korban di RT 09/RW 05, Kelurahan Tafure, Kecamatan Ternate Utara, Selasa (26/5). Korban ditemukan oleh rekannya bernama Ismat dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 19.20 WIT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat itu, saksi baru pulang mengantar rekan mereka ke penginapan lalu mendapati korban tergeletak bersimbah darah (meninggal dunia) di teras rumah," kata Anita.

ADVERTISEMENT

Anita menuturkan sebelumnya korban bersama saksi dan dua rekannya termasuk DA pesta miras tradisional cap tikus di rumah korban. Saat saksi Ismat mengantar rekannya, DA masih bersama korban.

"Setelah menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia, DA tidak berada lagi di tempat kejadian perkara," ujarnya.

Saksi langsung melaporkan kasus tersebut ke Polsek Ternate Utara pada pukul 19.30 WIT. Personel piket SPKT Polsek Ternate Utara kemudian mendatangi TKP dan mengevakuasi korban.

"Kondisi lantai TKP dipenuhi darah yang mengindikasikan adanya dugaan tindak kekerasan. Petugas juga menemukan sebilah parang bercak darah di sekitar lokasi," terangnya.

Anita mengatakan dari penyelidikan korban diduga dibunuh oleh temanya DA. Tim gabungan kemudian menangkap DA di atas kapal kurang dari 24 jam setelah korban dibunuh.

"Terduga pelaku berada di dek dua kapal (tujuan Bacan) dalam posisi berbaring di tempat tidur penumpang. Ketika mengetahui kehadiran petugas, pelaku sempat berusaha melarikan diri," jelansya.

"Dalam proses penangkapan pelaku sempat melakukan perlawanan sehingga petugas mengambil tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur," tambahnya.




(hsr/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads