Pria berinisial AR (47) yang viral di media sosial (medsos) memukul personel polisi saat demo berujung ricuh di depan kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi V di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) ditangkap usai sempat kabur. Satu pria inisial AN (36) diduga ikut melakukan pemukulan turut diamankan.
"Tidak sampai 1x24 jam pelaku berhasil diringkus," ujar Kapolresta Mamuju Kombes Ferdyan Indra Fahmi saat konferensi pers di Aula Mapolresta Mamuju, Rabu (3/6/2026) malam.
Polisi sebelumnya sempat menyisir sejumlah titik dan mengeluarkan ultimatum agar pelaku menyerahkan diri. Setelah rangkaian pencarian, pelaku AR akhirnya lebih dulu dibekuk setelah diserahkan oleh pihak keluarga pada Rabu (3/6) sore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terduga pelaku kemudian dibawa ke Polresta Mamuju guna pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa pakaian yang dikenakan pelaku saat ikut demonstrasi, kacamata, tas slempang, masker, dan sendal.
"Operasi pengejaran terhadap pelaku ini melibatkan personel gabungan dari Polresta Mamuju, Brimob Polda Sulbar, dan Shabara Polda Sulbar," terangnya.
Ia melanjutkan, personel gabungan selanjutnya memburu pelaku AN yang melarikan diri ke kawasan hutan. Polisi mengerahkan dua anjing pelacak dari unit K-9 Polda Sulbar guna mempercepat pengejaran.
Tidak lama pencarian, dua anjing pelacak berhasil menemukan jejak pelarian pelaku di area perkebunan di Kecamatan Simboro. Setelah dibekuk, pelaku langsung digelandang ke Mapolresta Mamuju.
"Pihak kepolisian menegaskan proses hukum akan terus berjalan terhadap pelaku sesuai dengan ketentuan berlaku. Kasus ini terus didalami guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain," pungkas Ferdyan.
Kronologi Polisi Dipukul Pendemo
Sebelumnya, unjuk rasa mahasiswa yang berlangsung di Kantor Balai Sungai Mamuju, Kelurahan Simboro, Kecamatan Simboro pada Selasa (2/6) berakhir ricuh. Satu personel Polresta Mamuju mengalami luka memar karena tiba-tiba dipukul seorang massa aksi.
Dari video beredar, tampak situasi di lokasi unjuk rasa memanas. Massa aksi terlibat aksi saling dorong dengan petugas keamanan.
Korban terlihat mencoba menghalau massa aksi. Namun salah satu demonstran tiba-tiba melayangkan pukulan hingga mengenai wajah korban.
Korban sempat kaget dan terpental, namun situasi di lokasi tetap memanas. Beberapa orang di lokasi merekam insiden tersebut.
Kasi Humas Polresta Mamuju Iptu Herman Basir mengatakan kericuhan terjadi tidak lama setelah massa melakukan orasi secara bergantian. Saat itu massa aksi juga membakar ban bekas di halaman kantor yang coba dihentikan petugas keamanan.
"Baru beberapa menit menyampaikan orasi, salah satu massa aksi langsung melakukan pemukulan kepada anggota Polresta Mamuju," ujar Herman saat dimintai konfirmasi, Selasa (2/6).
(ata/sar)










































